Limabelas Indonesia, Gorontalo — Hari kedua pelaksanaan Media Gathering Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Perwakilan III di Gorontalo, Sabtu (29/11/2025), menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi 25 jurnalis peserta kegiatan. Para jurnalis diajak menikmati destinasi wisata unik yang hanya ada satu-satunya di Indonesia, yakni wisata Hiu Paus di Desa Botubarani, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango.
Lokasi wisata yang menjadi ikon baru Gorontalo ini dapat ditempuh hanya dalam 20 menit perjalanan dari pusat kota, dengan jarak sekitar 12 kilometer. Daya tarik utama Pantai Botubarani adalah kemunculan hiu paus yang tampak sangat dekat dari bibir pantai, hanya sekitar 25 meter. Dari atas perahu yang disediakan, pengunjung bisa melihat hiu paus langsung di depan mata tanpa harus berenang.

Setiap perahu diisi maksimal tiga orang wisatawan dan satu pemandu. Tarif masuk kawasan wisata sebesar Rp10.000 per orang, tarif menaiki perahu Rp100.000 per orang, sementara foto dari atas perahu bening selama delapan menit dikenakan tarif Rp450.000 per orang. Wisatawan yang ingin snorkeling dapat memilih paket Rp350.000 lengkap dengan peralatannya.
Kepala Kantor Perwakilan (KPW) III LPS wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Fuad Zaen, mengatakan bahwa Gorontalo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena provinsi ini tengah berkembang pesat.
“Kehadiran kita di sini bukan hanya untuk berkumpul, tetapi juga untuk menyemarakkan Kota Gorontalo. Jangan lupa belanja produk lokal. Kita sama-sama membantu UMKM,” ujarnya.
Isal Pakaya, salah satu pemandu wisata Hiu Paus di Botubarani yang turut mendampingi para jurnalis, menyampaikan bahwa kemunculan hiu paus di kawasan ini telah menjadi daya tarik utama wisatawan dari berbagai daerah.
“Hiu paus di Botubarani ini sudah terbiasa dengan keberadaan manusia selama bertahun-tahun. Tapi tetap ada aturan ketat supaya mereka tidak terganggu. Kami pastikan wisatawan tetap aman, dan hiu pausnya juga terlindungi,” jelas Isal.
Ia menambahkan bahwa momen terbaik melihat hiu paus biasanya terjadi pada pagi hari, saat air lebih tenang dan visibilitas lebih jelas.
“Banyak wisatawan senang karena bisa melihat dari dekat tanpa harus menyelam. Kami selalu mengingatkan agar tidak menyentuh hiu paus dan menjaga jarak aman. Yang penting wisata berjalan nyaman tapi tetap menjaga kelestarian,” tambahnya.
Yuni, seorang fotografer asal Makassar, juga membagikan pengalamannya saat mengikuti sesi wisata tersebut.
“Sebagai fotografer, ini salah satu pengalaman terbaik saya. Hiu pausnya muncul dekat sekali dan gerakannya pelan, jadi bisa ambil foto bagus tanpa harus diving. Pemandunya juga sangat membantu. Gorontalo memang punya pesona yang berbeda,” ungkapnya. (*)





