Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,01%, OJK Dorong Akselerasi Inklusi Keuangan di TPKAD Summit 2025

Limabelas Indonesia, Makassar — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat menggelar TPKAD Summit dan Forum Sinergi Ekonomi Daerah 2025 di Ballroom Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (11/12/2025). Forum tahunan ini menjadi wadah konsolidasi bagi kepala daerah se-Sulawesi Selatan untuk memperkuat percepatan akses keuangan serta harmonisasi program ekonomi daerah.

Kegiatan tersebut memaparkan capaian Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulsel sepanjang 2025, serta menyusun arah strategi untuk 2026. Selain itu, forum turut menyajikan proyeksi ekonomi nasional dan regional guna mendukung perumusan kebijakan keuangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,01 Persen

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengungkapkan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan tetap solid dengan pertumbuhan mencapai 5,01 persen pada triwulan III 2025. Sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan perdagangan menjadi pendorong utama pertumbuhan.

“Pertumbuhan ini menunjukkan daya tahan ekonomi Sulsel yang kuat,” ujarnya.

Muchlasin menambahkan, tingkat kemiskinan turun menjadi 7,60 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat stabil ke angka 75,18 dan berada pada kategori tinggi. Meski demikian, Gini Ratio yang masih moderat dinilai menjadi catatan penting untuk mendorong pemerataan ekonomi.

Kinerja Perbankan Tetap Solid

Hingga Oktober 2025, kinerja perbankan di Sulsel juga mencatatkan pertumbuhan positif. Aset perbankan tumbuh 4,46 persen, Dana Pihak Ketiga naik 6,31 persen, dan penyaluran kredit meningkat 3,68 persen. Rasio intermediasi perbankan (LDR) tercatat kuat di angka 120,31 persen, sementara kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL 3,74 persen.

OJK menilai perkembangan ini menunjukkan ketahanan sektor perbankan sekaligus peluang memperkuat pembiayaan di sektor-sektor prioritas daerah.

Penyusunan Roadmap TPAKD 2026–2030

Muchlasin menjelaskan bahwa Roadmap TPAKD 2026–2030 telah disusun melalui proses komprehensif, mulai dari scoping, penyusunan draf, hingga public hearing. Dokumen tersebut kini menjadi panduan nasional bagi seluruh TPAKD dalam menetapkan arah kebijakan lima tahun ke depan.

Penyusunannya melibatkan Tim Perumus yang terdiri dari Kemenko Perekonomian, Kemendagri, Kemenkeu, serta sejumlah lembaga terkait sebagai bentuk kolaborasi memperkuat percepatan akses keuangan di daerah.

Akses Keuangan Masyarakat Meningkat

Realisasi program kerja TPAKD Sulsel pada 2025 mencatat capaian signifikan. Pemanfaatan layanan digital terus naik, ditandai dengan jumlah merchant QRIS yang menembus lebih dari 1,3 juta. Program One Student One Account (OSOA) juga berhasil membuka lebih dari 2,15 juta rekening pelajar.

Di sektor inklusi keuangan desa, Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp3,5 miliar kepada pelaku UMKM di enam desa, disertai pembentukan agen Lakupandai yang tersebar di setiap desa.

Pemprov Sulsel Dorong Inovasi Pembiayaan

Asisten I Provinsi Sulsel, Ishak Iskandar, yang mewakili Gubernur Sulsel, menegaskan bahwa 2025 merupakan momentum penting memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui peningkatan akses keuangan, percepatan digitalisasi layanan, serta perluasan pembiayaan produktif bagi UMKM.

Ia juga mendorong inovasi TPAKD, seperti program business matching, edukasi keuangan, serta penguatan pembiayaan di desa dan wilayah pesisir.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *