Limabelas Indonesia, Makassar – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi mengaktifkan sebanyak 118 site jaringan 5G di Kota Makassar. Selanjutnya pengaktifannya akan dilaksanakan Balikpapan, dan Pontianak.
Pengaktifan penuh jaringan 5G ini dilakukan pada 21 Desember 2025 dan menjadi tonggak bersejarah bagi Indosat dalam memperluas layanan digital berkecepatan tinggi di kawasan Indonesia Timur.
EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandy Tjia, mengatakan Makassar dipilih sebagai kota pertama peluncuran 5G pada kuartal IV karena memiliki peran strategis sebagai kota perdagangan dan pusat pertumbuhan UMKM.
“Makassar punya sejarah tersendiri. Kota ini merupakan pusat perdagangan dan UMKM yang sangat kuat, sehingga potensinya untuk adopsi teknologi digital sangat besar,” ujar Swandy, di Verda Cafe, Minggu (21/12).
Berdasarkan data Indosat pada kuartal I, tercatat sekitar 1,8 juta pengguna data di wilayah Sulawesi, dengan sekitar 1,1 juta di antaranya aktif menggunakan layanan data secara intensif. Dari jumlah tersebut, sekitar 74 persen merupakan pelaku UMKM.
Swandy menyebutkan, secara keseluruhan Sulawesi memiliki sekitar 1,8 juta UMKM, sehingga peluang pengembangan ekosistem digital di Makassar dan wilayah sekitarnya dinilai sangat menjanjikan.
“Harapannya, jaringan 5G ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh pelaku UMKM, pengusaha, hingga komunitas gamer. Selain memberikan kontribusi bagi Indosat, juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung program pemerintah,” jelasnya.
Untuk mendukung pengalaman digital pelanggan, IOH juga menyiapkan perangkat pendukung melalui layanan HiFi Air. Dalam kegiatan peluncuran tersebut, sejumlah mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) turut mencoba langsung performa jaringan 5G Indosat, termasuk untuk aktivitas gaming, dan merasakan kecepatan serta stabilitas jaringan yang ditawarkan.
Dengan pengoperasian penuh jaringan 5G ini, Indosat menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital, khususnya di kawasan timur Indonesia.(*)





