OJK Catat Lonjakan Investor dan Penghimpunan Dana Pasar Modal Sepanjang 2025

Limabelas Indonesia, Jakarta – Kinerja sektor jasa keuangan nasional menunjukkan tren positif hingga akhir 2025. Di industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) tercatat mencapai Rp1.033,81 triliun per akhir Desember 2025, meningkat 3,08 persen secara bulanan (mtm) dan 23,46 persen secara tahunan (yoy). Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana mencapai Rp675,32 triliun, tumbuh 4,80 persen mtm dan 35,26 persen yoy.

Pertumbuhan NAB tersebut didukung oleh kuatnya net subscription investor Reksa Dana yang mencapai Rp23,91 triliun mtm dan Rp138,69 triliun yoy. Dari sisi jumlah investor, sepanjang Desember 2025 tercatat penambahan 694 ribu investor baru di pasar modal domestik. Secara tahunan, jumlah investor meningkat 5,49 juta menjadi 20,36 juta, atau tumbuh 36,95 persen yoy.

Di sisi penghimpunan dana, pasar modal juga mencatatkan capaian menggembirakan. Sepanjang 2025, nilai Penawaran Umum mencapai Rp274,80 triliun, melampaui target tahunan sebesar Rp220 triliun. Capaian tersebut termasuk kontribusi dari 20 emiten baru yang menghimpun dana sebesar Rp16,21 triliun. Adapun dalam pipeline, terdapat 29 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif Rp22,28 triliun.

Untuk Securities Crowdfunding (SCF), pada Desember 2025 terdapat 27 efek baru dengan dana terhimpun sebesar Rp44,18 miliar dan 12 penerbit baru. Secara kumulatif, hingga akhir Desember 2025 telah tercatat 978 penerbitan efek dari 585 penerbit dengan jumlah pemodal mencapai 191.981 orang dan total dana terhimpun sebesar Rp1,82 triliun.

Sementara itu, di pasar derivatif keuangan, sejak 10 Januari hingga akhir 2025 terdapat 113 pihak yang memperoleh persetujuan prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Volume transaksi sepanjang Desember 2025 mencapai 61.613 lot, sehingga secara tahunan total volume transaksi tercatat 1.013.294 lot dengan frekuensi transaksi mencapai 4.433.781 kali.

Di Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 Desember 2025, tercatat 150 pengguna jasa terdaftar. Penambahan volume transaksi pada Desember 2025 mencapai 190.264 tCO2e, sehingga total volume transaksi menjadi 1.811.933 tCO2e dengan nilai akumulatif Rp87,00 miliar.

Dalam rangka penegakan ketentuan, OJK sepanjang Desember 2025 mengenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp52,81 miliar kepada 52 pihak, serta peringatan tertulis kepada 3 pihak. Sepanjang 2025, total sanksi denda di sektor pasar modal mencapai Rp80,75 miliar, disertai pencabutan izin, perintah tertulis, dan peringatan administratif lainnya.

Di sektor perbankan, kinerja intermediasi terus menguat dengan risiko yang terjaga. Pada November 2025, kredit perbankan tumbuh 7,74 persen yoy menjadi Rp8.314,48 triliun, terutama ditopang sektor pengangkutan dan pergudangan, pengadaan listrik, gas dan air, pertambangan, serta konstruksi. Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,98 persen yoy, tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 12,03 persen yoy menjadi Rp9.899,07 triliun. Likuiditas perbankan tetap memadai dengan rasio AL/NCD 131,49 persen, AL/DPK 29,67 persen, dan LCR 210,38 persen. Kualitas kredit juga terjaga dengan NPL gross 2,21 persen dan CAR 26,05 persen.

OJK juga mencatat pertumbuhan signifikan pada kredit Buy Now Pay Later (BNPL) yang tumbuh 20,34 persen yoy menjadi Rp26,20 triliun, dengan NPL gross yang relatif terkendali di level 2,04 persen.

Dalam aspek perlindungan konsumen, OJK mencabut izin usaha PT BPR Bumi Pendawa Raharja di Kabupaten Cianjur per 15 Desember 2025. Selain itu, OJK bersama perbankan terus memperkuat upaya pemberantasan judi online dengan melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 31 ribu rekening serta penerapan enhanced due diligence.

Secara keseluruhan, OJK menilai stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga dengan prospek sektor keuangan yang solid memasuki tahun 2026, ditopang oleh permodalan yang kuat, likuiditas memadai, serta perbaikan permintaan di sektor riil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *