Gotong Royong Warga Tiga Desa Perbaiki Jembatan Penghubung di Dusun Sae, Seko

Limabelas Indonesia, Luwu Utara – Warga Dusun Sae, Desa Embonatana, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggelar kegiatan gotong royong pengangkutan kayu untuk perbaikan jembatan utama penghubung antar desa sekaligus jalur Trans Sulawesi, Senin (19/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaporkan oleh Bhabinkamtibmas Kecamatan Seko, Aipda Frengky, yang menyebutkan bahwa Dusun Sae merupakan wilayah terpencil dan jembatan yang ada saat ini mengalami kerusakan berat. Akibatnya, selama kurang lebih tiga bulan terakhir masyarakat terpaksa menggunakan rakit sebagai jalur alternatif untuk menyeberangi sungai.

“Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat karena menjadi penghubung antar desa sekaligus jalur Trans Sulawesi. Kondisinya sudah rusak berat sehingga tidak bisa dilalui kendaraan,” ujar Aipda Frengky.

Gotong royong ini diikuti sekitar 200 warga dari tiga desa, yakni Desa Embonatana, Desa Tanamakelang, dan Desa Hoyane. Kayu yang digunakan untuk perbaikan jembatan merupakan hasil swadaya masyarakat yang dikumpulkan melalui partisipasi dana bersama.

Aipda Frengky menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan inisiasi Pemerintah Kecamatan Seko dan pemerintah desa yang disepakati melalui musyawarah bersama. Sebelumnya, jembatan tersebut dijanjikan akan mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp30 juta dari Dinas PUPR Provinsi, namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Karena belum ada realisasi anggaran, masyarakat berinisiatif melakukan swadaya agar akses ini bisa segera diperbaiki dan kembali digunakan,” jelasnya.

Kegiatan gotong royong ini dihadiri sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Anggota DPRD Topel, S.Pd, Camat Seko Tahir, S.Pd, Sekcam Seko Joni Pasulle, S.P, Kepala Desa Embonatana S., S.Sos, perwakilan Pemerintah Desa Tanamakelang, tokoh-tokoh masyarakat Forum Sallombengan, Babinsa Sertu Rahmad Zaman, serta Bhabinkamtibmas Aipda Frengky dan Aipda Forki, S.H.

Dengan telah diangkutnya material kayu dari hutan secara bersama-sama, masyarakat berharap perbaikan jembatan dapat segera diselesaikan sehingga akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga kembali normal.

“Harapan kita, dalam waktu dekat jembatan ini sudah bisa dibenahi dan kembali dilalui masyarakat,” tutup Aipda Frengky. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *