Wisuda Perdana Politeknik Kesehatan Megarezky, Ketua YPI Megarezky Adv. Moch. Noer Alim Qalby, SH., LLM Apresiasi Perkembangan Institusi

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky (YPI Megarezky), Adv. Moch. Noer Alim Qalby, SH., LLM

Limabelas Indonesia, Makassar — Ketua Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky (YPI Megarezky), Adv. Moch. Noer Alim Qalby, SH., LLM, menyebut wisuda angkatan pertama Diploma III Teknologi Bank Darah Politeknik Kesehatan Megarezky sebagai momen yang sakral dan bersejarah. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Angkatan I Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Selasa (3/2/2026).

Menurut Noer Alim Qalby, wisuda perdana ini memiliki makna khusus karena menandai tonggak awal perjalanan Politeknik Kesehatan Megarezky sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan. Ia mengaku mengikuti secara langsung perkembangan kampus tersebut sejak awal berdiri.

“Saya melihat langsung bagaimana perkembangan Politeknik Kesehatan Megarezky sejak awal berdiri, dan secara pribadi sangat mengapresiasi tata kelola yang dijalankan oleh seluruh civitas akademika,” ujarnya.

Ia memaparkan, setiap tahun Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) menunjukkan progres yang signifikan, baik dari sisi jumlah mahasiswa maupun pengembangan program studi. Pada angkatan pertama, jumlah mahasiswa tercatat sekitar 20 orang, kemudian meningkat menjadi 30 dan 40 orang pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun terakhir, jumlah mahasiswa baru hampir mencapai 200 orang.

Selain peningkatan jumlah mahasiswa, jumlah program studi juga mengalami perkembangan. Awalnya hanya memiliki tiga program studi, kini Politeknik Kesehatan Megarezky telah memiliki lima program studi yang dinilai sangat diminati dan cepat terserap di dunia kerja.

“Polimerz ini seperti momok dalam arti positif. Perkembangannya pelan-pelan terasa, tetapi saya yakin suatu saat akan besar seperti universitas-universitas besar lainnya,” katanya.

Khusus bagi lulusan angkatan pertama, pihak yayasan berharap agar civitas akademika tetap melakukan pendampingan, meskipun para lulusan telah memasuki dunia kerja. Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat moral, tetapi juga berupa arahan, masukan, dan kerja sama berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orang tua wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada Politeknik Kesehatan Megarezky dalam mendidik putra-putri mereka.

“Pendidikan adalah investasi paling berharga, karena hasilnya tidak langsung dinikmati hari ini, tetapi di masa depan,” ujarnya.

Kepada para wisudawan, Noer Alim Qalby menegaskan bahwa masa depan para lulusan dimulai sejak hari wisuda. Ia optimistis lulusan Teknologi Bank Darah dan program studi lainnya tidak akan mengalami kesulitan dalam memasuki dunia kerja, mengingat tingginya kebutuhan tenaga kesehatan.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan pesan ringan namun bermakna kepada para lulusan agar siap menghadapi tantangan kehidupan setelah kelulusan, “Para peserta wisuda, perlu saya sampaikan, masa depan kalian dimulai hari ini. Saya yakin lulusan Teknologi Bank Darah dan juga program studi lainnya tidak akan kesulitan mencari pekerjaan. Bahkan, bisa jadi akan diperebutkan. Maka tantangan terbesar kalian ke depan mungkin bukan lagi mencari kerja, tetapi saat pulang ke rumah dan ditanya keluarga: “Kapan nikah?” Jadi mulai sekarang siapkan jawabannya baik-baik, “ujarnya yang disambut tepukan riuh. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *