Limabelas Indonesia, Makassar – Kinerja sektor perbankan di Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari 2026 menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan pada sejumlah indikator utama perbankan, termasuk total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan penyaluran kredit.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Mochammad Muchlasin, mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan stabilitas sektor perbankan di wilayah Sulawesi Selatan.
“Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan pada posisi Januari 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Total aset, DPK, dan kredit perbankan masing-masing tumbuh sebesar 5,90 persen, 7,83 persen, dan 5,56 persen secara tahunan (year on year),” ujar Muchlasin.
Ia menjelaskan, kinerja intermediasi perbankan di daerah ini juga tergolong cukup tinggi. Hal tersebut tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 119,11 persen.
Meski demikian, tingkat penyaluran kredit yang tinggi tersebut masih diimbangi dengan kualitas kredit yang relatif terjaga. “Kinerja intermediasi relatif cukup tinggi dengan LDR 119,11 persen, namun tetap didukung dengan kualitas kredit atau Non Performing Loan (NPL) yang berada pada level terkendali, yakni 3,76 persen,” tambahnya.
Selain sektor perbankan, OJK juga mencatat perkembangan positif pada sektor Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Fintech Peer to Peer Lending (PVML). Menurut Muchlasin, kinerja pada perusahaan pembiayaan, modal ventura, layanan fintech peer to peer lending, serta pergadaian menunjukkan tren pertumbuhan yang baik.
Di sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP), kinerja perusahaan dana pensiun dan penjaminan juga mengalami pertumbuhan. Namun demikian, terdapat penurunan pada subsektor perasuransian, terutama pada indikator total premi dan total klaim.
OJK Sulselbar menilai perkembangan sektor jasa keuangan di wilayah ini masih berada pada jalur yang stabil dan diharapkan mampu terus mendukung aktivitas ekonomi regional sepanjang 2026. (*)





