BAKTI Komdigi Gelar Workshop Keamanan Siber untuk Sivitas UIN Alauddin Makassar

Limabelas Indonesia, Maros, 3 April 2026 — Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelenggarakan workshop keamanan siber selama dua hari bagi sivitas akademika UIN Alauddin Makassar guna memperkuat ketahanan infrastruktur digital kampus.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 April 2026 di BLK-Komunitas Pesantren Matahari, Kabupaten Maros, ini melibatkan berbagai elemen pengelola teknologi informasi, mulai dari tim Pustipad, pengelola jurnal, admin website program studi, hingga pengguna sistem Lentera.

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, menegaskan bahwa keamanan siber merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan disiplin dan budaya organisasi yang kuat. “Keamanan bukan produk, tapi proses berkelanjutan. Tidak ada sistem yang 100 persen aman, namun risiko dapat diminimalkan dengan strategi, teknologi, dan disiplin operasional yang tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sistem pencadangan data dengan merujuk pada kasus Pusat Data Nasional, di mana kerugian akibat insiden siber dinilai lebih besar dibandingkan biaya pencegahan. Selain itu, Fadhilah mengibaratkan visi BAKTI dalam membangun konektivitas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai komitmen besar yang harus dipahami seluruh anggota organisasi.

Dalam sesi teknis, pemateri Dede Sukartoyo dan Karma memaparkan enam pilar utama perlindungan aset digital, yakni tata kelola, identifikasi aset, perlindungan melalui enkripsi dan firewall, deteksi dini, respons terhadap serangan, serta pemulihan sistem. Dede menekankan pentingnya pemahaman fungsi keamanan siber. “Keamanan siber bukan soal menghafal istilah, tapi menjaga aset agar tetap aman,” katanya.

Workshop ini juga menyoroti ancaman nyata seperti domain palsu yang menyerupai situs resmi UIN Alauddin serta praktik phishing yang menyasar akun dosen dan mahasiswa.

Sebagai tindak lanjut, pihak UIN Alauddin menyatakan rencana untuk memformalkan kemitraan dengan BAKTI Komdigi guna memastikan pendampingan keamanan siber dilakukan secara berkelanjutan. Fadhilah turut meminta tim teknis BAKTI memberikan perhatian khusus terhadap sistem jaringan dan penggunaan agar aktivitas digital kampus tetap aman.

Kegiatan ditutup dengan sesi praktis pengujian celah keamanan dan pemulihan basis data. Melalui workshop ini, diharapkan kapasitas dan kesadaran pengelola teknologi informasi di lingkungan kampus meningkat dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *