OJK Dorong Penguatan GRC untuk Hadapi Tantangan Global Sektor Keuangan

Limabelas Indonesia, Jakarta, 9 April 2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat penerapan fungsi Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang berintegritas dan berkelanjutan di sektor jasa keuangan. Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026), menegaskan komitmen OJK dalam mendorong implementasi GRC secara konsisten di seluruh industri jasa keuangan.

Penguatan tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, dalam Forum Governance, Risk, and Compliance (GRC) Pra-Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang digelar di Gedung A.A. Maramis, Jakarta, Selasa. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempererat kolaborasi antara regulator, asosiasi profesi, dan pelaku industri jasa keuangan.

Forum bertema “Rajut Silaturahmi dalam Mendorong Penerapan Fungsi GRC yang Berintegritas dan Berkelanjutan di Sektor Jasa Keuangan” tersebut menghadirkan Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Fithriadi Muslim, sebagai narasumber, dengan Direktur Kepatuhan, Corporate Affairs, dan Legal PT Bank CIMB Niaga Tbk, Fransiska Oei, sebagai moderator. Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan asosiasi profesi di bidang GRC.

Dalam sambutannya, Sophia menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan menjelang pelaksanaan Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang dijadwalkan pada 14 Juli 2026.

“Forum ini tidak hanya menjadi sarana diskusi yang konstruktif, tetapi juga mempererat kolaborasi antara OJK, asosiasi profesi, serta pemangku kepentingan dalam memperkuat penerapan GRC yang berintegritas dan berkelanjutan,” ujar Sophia.

OJK berharap melalui penguatan fungsi GRC yang solid, sektor jasa keuangan nasional dapat semakin tangguh dalam menghadapi tantangan global sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan Indonesia. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *