Kecamatan Wajo Jajaki Cafe Mama Kue Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

Limabelas Indonesia, Makassar, 3 Juni 2026 – Plt Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, melakukan pertemuan dan diskusi dengan pemilik Cafe Mama Kue Natalia, di Jalan Serui, Rabu (3/6/2026), terkait rencana pengembangan konsep cafe ramah lingkungan yang berfokus pada pengelolaan sampah.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kecamatan Wajo membahas kemungkinan menjadikan Cafe Mama Kue sebagai lokasi percontohan pengelolaan sampah bagi pelaku usaha di wilayah Kecamatan Wajo. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan pembahasan bersama pihak cafe.

Ivan Kala’lembang mengatakan, pemerintah kecamatan saat ini terus mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, dalam mendukung transformasi sistem pengelolaan sampah yang sedang digalakkan di Kecamatan Wajo.

“Kami sedang membangun komunikasi dan berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha. Salah satu yang kami bahas adalah kemungkinan menghadirkan model cafe ramah lingkungan yang dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah dari sumbernya,” ujarnya.

Menurut Ivan, di bawah kepemimpinannya, Kecamatan Wajo terus melakukan berbagai langkah pembenahan sistem persampahan, mulai dari percepatan operasional TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), penerapan pemilahan sampah sejak dari sumber, hingga penataan data retribusi dan armada pengangkut sampah.

Saat ini, pengumpulan sampah organik di wilayah Kecamatan Wajo mencapai sekitar 700 hingga 840 kilogram per minggu. Seluruh armada pengangkut sampah yang beroperasi juga telah dilengkapi wadah khusus untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Wajo tengah menyiapkan titik-titik pengumpulan sampah plastik setiap 200 meter di sejumlah kawasan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis pemilahan.

Tidak hanya itu, Kecamatan Wajo juga mengembangkan program urban farming di beberapa kelurahan, seperti Melayu, Melayu Baru, Melayu Ende, dan Butung. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Pemilik Cafe Mama Kue Atalia, Natalia, menyambut positif gagasan yang disampaikan Pemerintah Kecamatan Wajo. Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat merupakan tanggung jawab bersama yang perlu didukung oleh seluruh pihak.

“Kami menyambut baik diskusi yang dilakukan bersama pihak kecamatan. Tentunya kami siap mendukung program-program yang bertujuan menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah,” kata Natalia.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Pemerintah Kecamatan Wajo berharap dapat melahirkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha sebagai bagian dari pembangunan lingkungan yang lebih berkelanjutan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *