Limabelas Indonesia, Makassar, 6 Juni 2026 — PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Unit Samarinda menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya keselamatan operasional sebagai fondasi utama pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di wilayah Sungai Mahakam dan sekitarnya. Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Prasetyadi, dalam kegiatan Arahan Strategis Keselamatan Pemanduan, Triase dan Transformasi yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para perwira pandu dan turut dihadiri Direktur Operasi dan Teknik PJM Edward D. P. Napitupulu, Senior Vice President (SVP) Pelayanan Kapal PJM, SVP K3 PJM, Senior Manager (SM) Wilayah 4 PJM, serta General Manager (GM) Regional 4 Cabang Balikpapan.
Dalam arahannya, Prasetyadi menegaskan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan harus berjalan beriringan dengan penguatan budaya keselamatan di seluruh lini operasional.
“Service excellence dan keselamatan kerja bukanlah dua hal yang dapat dipisahkan. Keduanya harus ditopang oleh kompetensi, profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap prosedur. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menjaga keselamatan operasional pemanduan,” ujar Prasetyadi.
Di tengah upaya perusahaan memperkuat standar keselamatan secara nasional, wilayah kerja Samarinda mencatat capaian positif. Melalui penguatan mitigasi risiko, khususnya pada area pengolongan Jembatan Mahakam, jumlah insiden property damage berhasil ditekan hingga 75 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa disiplin operasional, pengawasan yang konsisten, serta kepatuhan terhadap prosedur mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keselamatan kerja.
Wilayah Samarinda memiliki karakteristik operasional yang menantang dengan tingginya aktivitas pelayaran di alur Sungai Mahakam. Untuk itu, PJM secara berkelanjutan melakukan identifikasi risiko, pelaksanaan safety briefing, evaluasi insiden dan near miss, serta peningkatan koordinasi antarunsur operasional guna menjaga keselamatan dan kelancaran layanan.
Selain penguatan aspek sumber daya manusia, PJM juga terus mendorong pemanfaatan teknologi melalui penggunaan sensor dan sistem telemetri untuk pemantauan operasional secara real time. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat di lapangan.
Direktur Operasi dan Teknik PJM, Edward D. P. Napitupulu, menegaskan bahwa keberhasilan penerapan budaya keselamatan memerlukan keterlibatan seluruh insan operasional.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, disiplin terhadap prosedur, dan komitmen seluruh insan operasional, kami optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan serta mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui perairan Samarinda,” kata Edward.
Penerapan budaya keselamatan yang konsisten tersebut diharapkan mampu mendukung target Pelindo dalam menciptakan layanan maritim yang aman, andal, dan berkelas dunia, sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan pemanduan dan penundaan kapal yang diselenggarakan oleh PJM. (*)





