PT Gelael Indotim Buka Peluang Kemitraan, KWT Makassar Berkesempatan Suplai Hasil Urban Farming ke Retail Modern

Limabelas Indonesia.com – Makassar. Peluang pasar bagi hasil urban farming Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Makassar semakin terbuka. PT Gelael Indotim menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan membuka peluang kemitraan bagi KWT(Kelompok Wanita Tani) Makassar, sebagai pemasok berbagai komoditas pertanian ke jaringan retail modern.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kelembagaan Pertanian yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar selasa (21/7), di salah satu Hotel di Makassar.

Pada kesempatan tersebut, Muh. Zakir, Manager HRD 7 Operasional PT Gelael Indotim hadir sebagai narasumber untuk memberikan gambaran mengenai mekanisme kemitraan antara kelompok tani dengan retail modern.

Pihak PT Gelael Indotim, menjelaskan bahwa perusahaan membuka peluang bagi Kelompok Wanita Tani untuk menjadi mitra pemasok hasil urban farming, sepanjang mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Kami sangat mendukung program urban farming yang dikembangkan Kelompok Wanita Tani di Kota Makassar, untuk itu PT Gelael Indotim membuka peluang kerja sama sebagai pemasok berbagai komoditas pertanian, dengan tetap memperhatikan kualitas produk, ukuran, kebersihan, pengemasan, serta kontinuitas pasokan,” ujar Muh. Zakir.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap produk pertanian segar terus meningkat sehingga keberadaan kelompok tani lokal memiliki prospek yang sangat baik untuk menjadi bagian dari rantai pasok retail modern.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.ST.P., M.Si, mengatakan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan PT Gelael Indotim sebagai representasi retail modern agar para Kelompok Wanita Tani memperoleh pemahaman langsung mengenai peluang pasar yang tersedia.

“Kami memfasilitasi kehadiran PT Gelael Indotim sebagai perwakilan retail modern untuk menyampaikan secara umum model kerja sama, persyaratan kemitraan, serta jenis-jenis komoditas yang dapat diterima oleh retail modern, termasuk standar ukuran, mutu, kualitas, hingga kontinuitas pasokannya,” jelas Aulia Arsyad.

Ia menambahkan bahwa peluang pemasaran tidak hanya terbatas pada PT Gelael Indotim. Hasil pertanian dari Kelompok Wanita Tani juga berpeluang dipasarkan ke berbagai jaringan retail modern lainnya seperti Lotte Mart, Hypermart, serta berbagai retail modern lainnya. Selain itu, sektor perhotelan dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga menjadi pasar potensial bagi komoditas pertanian lokal.

Lebih lanjut, Aulia Arsyad mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat program urban farming melalui berbagai bentuk bantuan kepada kelompok tani. Salah satunya adalah bantuan bibit jeruk yang telah disalurkan kepada sejumlah kelompok pada tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan diversifikasi komoditas.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Urban Farming Terintegrasi yang dilakukan secara bertahap. Tahapan tersebut meliputi pembangunan kolam budidaya, penyediaan kandang ternak, hingga pengembangan sistem budidaya hidroponik sebagai satu kesatuan ekosistem pertanian perkotaan yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Kelompok Wanita Tani, diharapkan hasil urban farming di Kota Makassar tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memiliki daya saing tinggi sehingga dapat menembus pasar retail modern, hotel, dan restoran secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *