Limabelas Indonesia, TANGERANG – PT BYD Motor Indonesia semakin memperkuat komitmennya dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Indonesia melalui pengembangan dua teknologi utama, yakni Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM). Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran generasi terbaru BYD M6 EV pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar strategis bagi BYD karena memiliki kebutuhan mobilitas yang terus berkembang. Melalui strategi yang menggabungkan teknologi EV dan DM, perusahaan ingin memberikan pilihan kendaraan energi baru yang lebih beragam sesuai kebutuhan masyarakat.
“Melalui strategi New Energy Vehicle yang menggabungkan Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM), kami ingin menghadirkan lebih banyak pilihan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat beralih ke kendaraan energi baru sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Eagle Zhao.
BYD M6 sendiri menjadi salah satu produk andalan perusahaan di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV). Setelah memperkenalkan BYD M6 EV pada 2024 sebagai MPV listrik pertama BYD yang diluncurkan secara global di Indonesia, perusahaan kemudian menghadirkan varian Dual Mode (DM) pada Mei 2026 yang mengombinasikan pengalaman berkendara listrik dengan dukungan mesin berbahan bakar.
Generasi terbaru BYD M6 EV yang diperkenalkan di GIIAS 2026 diproduksi sepenuhnya di Indonesia dan menawarkan sejumlah peningkatan, mulai dari kapasitas baterai 58 kWh pada varian Standard dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer, tenaga maksimal 150 kW, torsi 310 Nm, hingga akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,9 detik. Kendaraan ini juga dibekali panel instrumen Full LCD 10,25 inci dan transmisi column shifter untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.
Varian BYD M6 EV Standard dipasarkan dengan harga Rp395 juta, melengkapi pilihan teknologi EV dan DM dalam satu lini produk yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.
BYD mencatat perkembangan positif di pasar Indonesia. Pada semester pertama 2026, penjualan gabungan BYD dan DENZA mencapai lebih dari 26.000 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen dari total penjualan kendaraan energi baru nasional. Selain itu, lebih dari 4.000 pesanan BYD M6 DM telah diterima dari berbagai daerah di Indonesia. Hingga kini, jaringan layanan BYD juga telah berkembang menjadi lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia guna memperkuat layanan penjualan maupun purna jual.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan kehadiran teknologi EV dan DM memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk memilih kendaraan sesuai karakter mobilitas mereka.
Menurutnya, sebagian konsumen telah siap sepenuhnya menggunakan kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh. Dengan menghadirkan kedua teknologi tersebut dalam lini BYD M6, perusahaan berharap semakin banyak masyarakat dapat menikmati manfaat kendaraan energi baru tanpa harus mengubah pola mobilitas mereka.
Pada GIIAS 2026, BYD mengusung tema “Innovation in Motion” dengan menghadirkan berbagai pengalaman interaktif bagi pengunjung. Selain menampilkan seluruh jajaran kendaraan EV dan DM, BYD juga menghadirkan area teknologi yang menampilkan Blade Battery, e-Platform 3.0, DM Platform, simulator teknologi Dual Mode, hingga sesi test drive BYD M6 EV dan BYD M6 DM terbaru. Pameran berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang. (*)





