BI Nilai Bank Unhas Miliki Potensi Besar Menjadi Bank Digital Kampus

Limabelas Indonesia, Makassar — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menilai Universitas Hasanuddin (Unhas) memiliki potensi besar mengembangkan Bank Unhas sebagai bank digital yang kuat dan berkelanjutan, didukung oleh ekosistem akademik yang luas serta karakter sivitas akademika yang adaptif terhadap teknologi. Hal tersebut disampaikan Rizki dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peluang Pengembangan Inovasi Digitalisasi dan Modernisasi Bank Unhas dalam Kerangka Unhas PTNBH” di Unhas Hotel, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (17/12).

FGD yang diselenggarakan Unhas melalui Direktorat Pengembangan Usaha dan Pemanfaatan Aset ini bertujuan merumuskan arah penguatan Bank Unhas sebagai bagian dari strategi meningkatkan kapasitas dan kemandirian finansial universitas berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Dalam paparannya, Rizki Ernadi Wimanda menjelaskan bahwa strategi digitalisasi Bank Unhas sebaiknya dimulai dari layanan transaksi yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari sivitas akademika. Menurutnya, pendekatan tersebut akan membangun basis data transaksi yang kuat sebagai fondasi pengembangan layanan keuangan berkelanjutan.

“Digitalisasi Bank Unhas dapat dimulai dari transaksi dasar, seperti pembayaran UKT, pembelian pulsa dan token listrik, pembayaran rutin, transfer, hingga remitansi. Dari situ, bank dapat membangun ekosistem layanan keuangan digital yang kokoh,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, penguatan Bank Unhas sebagai bank digital juga berpotensi memperkuat peran Unhas sebagai episentrum PTNBH digital di Kawasan Timur Indonesia.

FGD ini turut menghadirkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin serta Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Makassar Fuad Zaen. Kehadiran para pimpinan lembaga strategis sektor keuangan tersebut memperkaya diskusi lintas sektor terkait tata kelola, regulasi, serta tantangan pengembangan bank universitas.

Ketua Majelis Wali Amanat Unhas, Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si., menyampaikan bahwa keberadaan Bank Unhas memiliki peran strategis dalam menopang berbagai aktivitas universitas. Menurutnya, Unhas membutuhkan bank sendiri yang mampu menyediakan pendanaan yang responsif dan adaptif.

“Kami berharap Bank Unhas tidak hanya menjadi pendukung aktivitas institusi, tetapi juga berkembang menjadi model rujukan bagi bank kampus lainnya dalam pengelolaan keuangan dan inovasi layanan digital,” ujar Prof. Unde.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa sebagai PTNBH, Unhas memiliki otonomi luas dalam pengelolaan keuangan, meski dihadapkan pada keterbatasan pendanaan pemerintah. Karena itu, Unhas terus mendorong inovasi melalui pengembangan berbagai unit usaha, termasuk gagasan penguatan Bank Unhas.

“Bank Unhas diharapkan menjadi instrumen pendukung yang mampu menyediakan layanan pembiayaan adaptif, termasuk untuk mendukung startup mahasiswa dan inovasi dosen melalui skema yang inklusif,” jelas Prof. Jamaluddin.

Diskusi yang berlangsung intensif dalam FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret guna mendorong Bank Unhas tumbuh sebagai bank kampus yang modern, adaptif, dan berdaya saing di era digital.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *