BI Sulsel Perkuat Ekosistem Halal Lewat Kolaborasi dengan IFC Makassar

Limabelas Indonesia, Makassar — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar menggelar talkshow di Studio Radio Gamasi 105,9 FM, Jalan Veteran Selatan Kompleks Marindah B12, Kamis (5/3/2026) pukul 14.00–15.00 WITA. Talkshow ini membahas pelaksanaan kegiatan “Trend Hijab” yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026.

Talkshow menghadirkan narasumber Elizabeth Marito Sagala selaku Analis Senior Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Bank Indonesia Sulsel serta Lily Gunawan, Ketua IFC Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Elizabeth menjelaskan bahwa kegiatan Trend Hijab merupakan salah satu upaya mendukung pengembangan ekonomi syariah sebagai pilar prioritas untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) 2026 yang diselenggarakan BI Sulsel bekerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah secara menyeluruh,” ujarnya.

Trend Hijab akan berlangsung pada 6–15 Maret 2026 di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, bertepatan dengan momentum Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tahunan tersebut berfokus pada promosi industri halal sektor fesyen melalui berbagai agenda, mulai dari fashion show, showcasing pelaku usaha syariah bidang fashion dan wastra, pelatihan desainer, workshop pembiayaan, business matching penjualan, hingga kompetisi desain fesyen.

Elizabeth menambahkan, kegiatan ini menggabungkan konsep pameran dan peragaan busana yang menghadirkan brand nasional, brand lokal, serta desainer dalam satu pengalaman belanja dengan produk yang telah melalui proses kurasi dan memiliki harga kompetitif sesuai kebutuhan pasar Muslim.

Menurutnya, Bank Indonesia berperan sebagai penyelenggara PESyar 2026 sekaligus fasilitator pengembangan ekosistem halal value chain dan halal lifestyle di Sulawesi Selatan. Selain itu, BI juga mendorong pemberdayaan UMKM lokal agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar.

Sebanyak lebih dari 50 brand pakaian muslim nasional dan lokal akan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain itu, terdapat 34 UMKM sektor fesyen dan food and beverage (FnB) binaan Bank Indonesia yang dinilai siap memperluas jangkauan pasar. Peserta tidak hanya berasal dari Makassar, tetapi juga dari Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya, dan Semarang.

Elizabeth menjelaskan, fokus pada UMKM fesyen dan FnB dipilih karena tingginya permintaan masyarakat terhadap kedua sektor tersebut, terutama selama bulan Ramadan yang mendorong peningkatan konsumsi produk fesyen Muslim.

Sementara itu, Ketua IFC Makassar Lily Gunawan mengatakan partisipasi UMKM dalam Trend Hijab memberikan peluang promosi dan peningkatan penjualan melalui interaksi langsung dengan calon pembeli.

“UMKM dan brand fesyen mendapatkan exposure kepada potential buyer sekaligus memperluas jaringan pasar. Kami juga mendorong penggunaan transaksi non tunai melalui QRIS untuk memudahkan transaksi,” kata Lily.

Rangkaian kegiatan Trend Hijab diawali dengan opening ceremony pada Jumat (6/3/2026) yang rencananya dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, unsur Forkopimda, pimpinan industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selain fashion show, agenda lainnya meliputi workshop pembiayaan syariah bersama Bank Sulselbar dan Bank Syariah Indonesia pada 11 Maret 2026, serta Sharia Halal Lifestyle Talk pada 12 Maret 2026 bekerja sama dengan KDEKS Sulsel dan Badan Wakaf Indonesia.

Bank Indonesia juga menghadirkan business matching pembiayaan guna menjawab tantangan akses pendanaan yang masih menjadi kendala utama UMKM. Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha dipertemukan langsung dengan lembaga keuangan syariah untuk memperoleh pembiayaan yang sesuai kebutuhan.

Promosi kegiatan dilakukan melalui media sosial, media konvensional, serta kolaborasi dengan influencer lokal. Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru melalui akun Instagram @bank_indonesia_sulsel dan @ifc_makassar.

Melalui penyelenggaraan Trend Hijab dan rangkaian PESyar 2026, BI Sulsel berharap ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan dapat berkembang lebih kuat serta mendorong daya saing produk halal lokal di tingkat nasional maupun global. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *