LPS Wilayah III Soroti DPK Perbankan Sulsel Masih Tumbuh, Namun Laju Melambat di Akhir 2025

Limabelas Indonesia, Makassar – Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sulawesi Selatan pada November 2025 menunjukkan kecenderungan melambat, meskipun masih berada di atas rata-rata nasional. Perlambatan ini terutama dipengaruhi melemahnya pertumbuhan simpanan masyarakat dengan nominal kecil dan menengah, sementara dana nasabah besar masih mencatatkan ekspansi yang kuat.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III, Prayitno Amigoro, dalam Konferensi Pers di Kantor Perwakilan LPS Wilayah III, Gedung Graha Pena Lantai 17, Makassar, Kamis (22/1/2026).

Berdasarkan data LPS yang diolah, pertumbuhan DPK perbankan di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan DPK nasional yang berada di kisaran 5,04 persen yoy, namun meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sekitar 4,95 persen yoy.

“Secara nominal, kenaikan DPK di Sulawesi Selatan masih didorong oleh peningkatan simpanan sektor swasta dan pertumbuhan simpanan dengan nilai besar,” ujar Prayitno.

Dari sisi golongan nasabah, simpanan perorangan menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai sekitar 19,52 persen yoy. Sementara itu, simpanan sektor swasta tumbuh sekitar 4,45 persen yoy, dan simpanan pemerintah meningkat sekitar 3,26 persen yoy.

Jika dilihat berdasarkan tiering nominal, simpanan dengan nilai di atas Rp2 miliar mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni sekitar 21,43 persen yoy. Adapun simpanan dengan nominal Rp100 juta hingga Rp2 miliar tumbuh sekitar 5,30 persen yoy, sedangkan simpanan hingga Rp100 juta mengalami pertumbuhan paling rendah, sekitar 2,74 persen yoy.

“Ini mencerminkan bahwa perlambatan DPK lebih disebabkan oleh melemahnya simpanan masyarakat kecil dan menengah, sementara dana nasabah besar masih menunjukkan pertumbuhan yang solid,” jelasnya.

Sementara itu, secara wilayah, DPK di Sulawesi Selatan masih terkonsentrasi di Kota Makassar. Per November 2025, Makassar menyumbang sekitar 55,48 persen dari total simpanan perbankan Sulawesi Selatan, menjadikannya kontributor terbesar secara regional.

Namun, meski mendominasi, pertumbuhan DPK di Makassar tercatat melambat dibandingkan sejumlah daerah lain. Data LPS menunjukkan nilai simpanan di Makassar mencapai sekitar Rp76,90 triliun pada Desember 2025, dengan pertumbuhan 8,78 persen yoy dan 5,02 persen year to date (YTD), sementara pertumbuhan tahunan terakhir tercatat 2,71 persen.

Sebaliknya, beberapa kabupaten mencatat pertumbuhan simpanan yang lebih tinggi. Kabupaten Luwu Timur menjadi salah satu daerah dengan lonjakan signifikan, dengan pertumbuhan 46,29 persen yoy dan 28,54 persen YTD, seiring meningkatnya realisasi investasi. Kabupaten Luwu Utara juga mencatat pertumbuhan kuat dengan 23,42 persen yoy dan 39,06 persen YTD.

LPS menilai, meski Makassar masih berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan jasa, perlambatan pertumbuhan DPK di kota tersebut mengindikasikan mulai terjadinya pergeseran aktivitas ekonomi dan investasi ke wilayah kabupaten, khususnya kawasan Luwu Raya.

“Kondisi ini menunjukkan adanya sinyal pemerataan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan, meskipun ketergantungan terhadap Makassar sebagai pusat simpanan perbankan masih relatif tinggi,” pungkas Prayitno.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *