Penerbangan Perdana AirAsia Surabaya–Makassar Tiba di Sultan Hasanuddin, Diharapkan Dorong Pariwisata Sulsel

Limabelas Indonesia, Makassar – Maskapai Indonesia AirAsia resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Surabaya–Makassar pada Sabtu (7/3/2026). Pembukaan rute ini diharapkan semakin memperkuat konektivitas antara Pulau Jawa dan Sulawesi serta memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi masyarakat.

Kedatangan pesawat dari Surabaya yang menjadi penerbangan perdana AirAsia di Makassar ditandai dengan prosesi water salute di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Tradisi penghormatan ini dilakukan dengan menyemprotkan air dari dua mobil pemadam kebakaran (Aircraft Rescue and Fire Fighting/ARFF) yang membentuk lengkungan seperti gerbang di atas pesawat saat melintas di apron bandara.

Head Government Relations PT Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi Soemawilaga, mengatakan penerbangan ini menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas sekitar 180 penumpang setiap penerbangan.

“Kami melihat Makassar memiliki potensi yang sangat besar sebagai salah satu hub penting di kawasan Indonesia Timur. Dari hasil analisis yang kami lakukan, terdapat potensi pergerakan penumpang yang cukup tinggi menuju beberapa kota tujuan seperti Surabaya, Luwu, Palu, dan Kendari,” ujar Eddy.

Ia menjelaskan, berdasarkan kajian tersebut pihaknya memutuskan membuka rute-rute tersebut mulai hari ini. Selain itu, AirAsia juga menambah delapan frekuensi penerbangan tambahan dari Makassar guna memperkuat konektivitas dengan kota-kota tujuan tersebut.

“Kami berharap penambahan rute dan frekuensi penerbangan ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Indonesia Timur,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Minggus ET Gandeguai, menyambut positif kehadiran rute baru tersebut.

“Kami berharap Makassar dapat terus dikembangkan sebagai hub penting penerbangan, baik untuk rute domestik yang menghubungkan wilayah Indonesia Timur, Barat, maupun Selatan,” katanya.

Menurut Minggus, pembukaan rute ini juga membuka peluang lebih besar untuk mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki Sulawesi Selatan, khususnya di sektor pariwisata.

“Sulawesi Selatan memiliki banyak destinasi wisata yang bisa ditawarkan, mulai dari wisata alam, wisata kuliner, hingga wisata budaya. Karena itu, kami berharap konektivitas penerbangan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan pasar penerbangan membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan agar rute-rute dari dan menuju Makassar dapat terus berkembang.

“Kami juga terus mengantisipasi berbagai kondisi operasional, termasuk faktor cuaca, agar pelayanan penerbangan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Erwin Terwo. Ia mengapresiasi penambahan rute penerbangan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Penambahan rute di daerah ini tentu menjadi hal yang sangat kita apresiasi. Hal ini menandakan bahwa layanan transportasi udara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia berharap rute yang telah dibuka dapat memberikan dampak positif, terutama dalam mendukung peningkatan sektor pariwisata di Sulawesi Selatan.

“Dengan akses transportasi yang semakin baik, diharapkan mobilitas masyarakat dan wisatawan juga semakin meningkat,” tambahnya.

Ke depan, pemerintah daerah juga berharap akan ada penambahan rute maupun penyesuaian jadwal penerbangan menuju berbagai destinasi yang memiliki potensi besar, termasuk kawasan wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Andi Mirna, berharap pembukaan rute baru ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan penerbangan yang lebih luas, termasuk rute internasional.

“Kami berharap ke depan tidak hanya membuka rute domestik, tetapi juga rute internasional, misalnya penerbangan langsung dari Makassar ke Penang atau Bangkok,” ujarnya.

Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki potensi wisata yang sangat besar, mulai dari wisata bahari, pegunungan, hingga wisata budaya seperti Toraja yang telah dikenal luas.

“Dengan dukungan transportasi udara yang semakin baik, potensi wisata yang kita miliki dapat semakin dikenal dan dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan konektivitas udara sangat penting untuk mendukung pengembangan destinasi unggulan, termasuk kemungkinan rute yang menghubungkan kawasan wisata seperti Bali–Selayar, Labuan Bajo–Selayar, hingga Bangkok–Toraja.

“Harapan kami, pembukaan rute ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat konektivitas transportasi sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan perekonomian daerah,” tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *