Limabelas Indonesia, Makassar – Kota Makassar menjadi pusat perhatian nasional dengan menjadi tuan rumah OlympicAD VIII, ajang Olimpiade Ahmad Dahlan yang akan resmi dibuka Kamis, 13 Februari 2026 di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Sebanyak 8.525 peserta dan pendamping dari 36 provinsi di Indonesia dipastikan ambil bagian dalam perhelatan akbar ini.
Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kampus Unismuh Makassar, Rabu sore, 11 Februari 2026. Hadir Ketua Steering Committee OlympicAD VIII Prof. Dr. Baharuddin, M.Pd., Ketua Panitia Lokal Dr. Pantja Nur Wahidin, serta Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sulawesi Selatan Prof. Erwin Akib, Ph.D.
Pertama Kali Digelar di Indonesia Timur
Tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya OlympicAD digelar di Indonesia Timur, dengan Makassar dipercaya sebagai tuan rumah. Sebelumnya, ajang dua tahunan Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah ini dilaksanakan di Bandung, Semarang, dan Lampung.
“Makassar dipilih karena animo warga Muhammadiyah di Sulawesi Selatan sangat besar. Antusiasme peserta untuk hadir di Makassar juga sangat tinggi,” ujar Prof. Baharuddin.
Sebagai tuan rumah, Makassar tak hanya menyambut ribuan peserta, tetapi juga menjadi titik temu sekolah-sekolah Muhammadiyah dari seluruh penjuru negeri.
8.525 Partisipan dari Aceh hingga Papua
Total partisipan mencapai 8.525 orang, terdiri dari 4.838 peserta lomba dan 3.687 pendamping. Mereka berasal dari 36 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua. Sekitar 700–800 sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan turut ambil bagian.
Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah tercatat menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.587 orang, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.
“Ini menunjukkan antusiasme luar biasa. Makassar benar-benar menjadi titik kumpul pendidikan Muhammadiyah se-Indonesia,” kata Prof. Erwin Akib.
35 Cabang Lomba dan Agenda Nasional
OlympicAD VIII mempertandingkan 35 cabang lomba, bertambah satu dari penyelenggaraan sebelumnya. Salah satu agenda yang menyedot perhatian adalah “Senam Anak Indonesia Hebat” yang diperkirakan diikuti lebih dari 7.000 peserta.
Selain kompetisi, kegiatan juga dirangkaikan dengan berbagai workshop, antara lain Workshop International Exchange School Muhammadiyah, Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial, serta Workshop Bekerja di Luar Negeri untuk Siswa SMK.
Menurut Prof. Baharuddin, pelaksanaan pada Februari juga menjadi bagian dari strategi penjaringan siswa Muhammadiyah untuk dipersiapkan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Setelah OlympicAD, siswa-siswa terbaik akan dipersiapkan untuk bersaing di tingkat nasional,” jelasnya.
Pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WITA dan direncanakan dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir.
Dampak Besar bagi Makassar
Ketua Panitia Lokal Dr. Pantja Nur Wahidin menyebutkan kesiapan teknis telah mencapai 80–90 persen. Berbagai arena lomba, pembukaan, seminar, workshop, hingga kegiatan olahraga telah siap digunakan.
Tingginya jumlah peserta membuat sejumlah hotel di sekitar kampus dilaporkan penuh. Selain penginapan berbasis amal usaha Muhammadiyah dan sekolah-sekolah sekitar, banyak peserta memilih hotel secara mandiri.
Lonjakan lebih dari delapan ribu tamu ini diperkirakan memberi dampak ekonomi signifikan bagi Makassar, terutama sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner.
“Kami ingin menjadikan OlympicAD sebagai inspirasi bagi siswa Muhammadiyah, khususnya di wilayah timur Indonesia, agar mampu bersinar dan berprestasi,” ujar Pantja.
OlympicAD VIII akan berlangsung hingga 14 Februari 2026 dan ditutup dengan pengumuman pemenang dari berbagai cabang lomba. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Jawa Tengah keluar sebagai juara umum.
Makassar kini menjadi saksi pertemuan ribuan pelajar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia—bukan sekadar ajang lomba, tetapi momentum silaturahmi nasional dalam semangat persaudaraan dan prestasi.





