Limabelas Indonesia, Makassar — Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) menggelar Sidang Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Program Studi Diploma III Teknologi Bank Darah di Hotel Claro Makassar, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi wisuda perdana sejak institusi tersebut resmi berdiri pada 31 Januari 2021.
Direktur Politeknik Kesehatan Megarezky Makassar, Dr. Hairuddin K, S.S., S.KM., M.Kes., mengatakan wisuda perdana ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perjalanan institusi dalam mengabdikan diri di bidang pendidikan kesehatan.
“Alhamdulillah, momen ini menjadi penanda perjalanan panjang dan hasil kerja keras seluruh civitas akademika dalam membangun institusi pendidikan kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, beretika, dan berjiwa pengabdian,” ujarnya.
Menurut Dr Hairuddin, wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan saksi atas ikhtiar, dedikasi, dan pengorbanan seluruh civitas akademika. Ia menegaskan bahwa ilmu kesehatan tidak hanya menuntut kompetensi teknis, tetapi juga mengandung nilai empati, kepedulian, serta tanggung jawab moral terhadap kemanusiaan.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. H. Andi Lukman, M.Si., menegaskan bahwa wisuda merupakan momentum penting bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan vokasi.
“Wisuda hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi menandai bahwa institusi, dosen, orang tua, dan mahasiswa telah berada on the track dalam menjalankan langkah-langkah strategis pengembangan pendidikan vokasi yang menjadi harapan bangsa dan pemerintah,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang dinilainya sebagai lulusan luar biasa, karena sebagian besar telah bekerja bahkan sebelum diwisuda. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pendidikan yang dijalankan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Andi Lukman juga memberikan penghargaan kepada para orang tua yang telah berinvestasi dalam pendidikan anak-anaknya. “Pendidikan bukan investasi yang hasilnya dinikmati hari ini, tetapi hasilnya akan terasa di masa depan, dan hari ini kita mulai melihat hasil itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika lulusan langsung bertugas dan mengabdi di masyarakat, maka hal tersebut menjadi amal jariyah bersama dan wujud nyata harapan pemerintah, bangsa, dan keluarga, lulusan yang cepat bekerja, siap kerja, dan berdaya saing.
Dalam pesannya kepada para wisudawan, Andi Lukman mengingatkan agar tidak pernah berhenti belajar dan terus meningkatkan keterampilan serta kepribadian, mengingat dunia kerja yang terus berubah dan menuntut kemampuan adaptasi.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori di kelas, melainkan lebih banyak melibatkan mahasiswa ke dunia kerja, dunia industri, dan dunia praktik.
“Mahasiswa tidak boleh terlalu lama ‘dikandangkan’ di kampus. Mereka harus dibiasakan berinteraksi dengan dunia nyata agar benar-benar siap bekerja saat lulus,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan perlunya perubahan sistem pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan partisipatif, serta pengakuan terhadap prestasi mahasiswa, kegiatan kemahasiswaan, proyek, dan pengalaman kerja sebagai bagian dari kurikulum yang dapat dikonversi dalam satuan kredit semester.
Menutup sambutannya, Andi Lukman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ia optimistis Politeknik Kesehatan Megarezky akan terus berkembang, semakin dipercaya masyarakat, dan menjadi rujukan pendidikan vokasi yang unggul dan berdampak luas.(*)





