Limabelas Indonesia, Makassar – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS), semakin memperkuat langkah ekspansi bisnisnya di tahun 2026 melalui kemitraan strategis dengan perusahaan pelayaran global, Dampskibsselskabet Norden A/S (NORDEN). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada Rabu, 25 Februari 2026.
Kerja sama ini mencakup penyediaan jasa pemanduan (pilotage) dan penundaan (towage) untuk seluruh jenis dan ukuran kapal yang dioperasikan secara komersial oleh NORDEN, termasuk kapal tanker, kapal curah kering, hingga proyek pelayaran khusus di wilayah layanan Pelindo Grup di Indonesia.
Penandatanganan ini sekaligus menandai resmi terjalinnya kemitraan strategis antara SPJM dan NORDEN, perusahaan pelayaran terkemuka asal Denmark yang berfokus pada pengangkutan kargo kering (dry cargo) dan tanker produk di berbagai rute global.
Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim, Arief Prabowo, bersama Head of Dry Operation Asia NORDEN, Steffen Christian Lie, hadir secara langsung dalam seremoni penandatanganan kerja sama tersebut. Dalam kesepakatan ini, SPJM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan maritim unggul melalui penyediaan kapal tunda sesuai ketentuan serta tenaga pandu profesional guna menjamin keselamatan kapal, muatan, dan perlindungan lingkungan maritim.
“Penunjukan SPJM sebagai penyedia jasa pemanduan dan penundaan kapal oleh NORDEN merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap kualitas layanan maritim SPJM. Untuk itu, SPJM memastikan setiap operasional, mulai dari proses bersandar hingga berlayar, dilakukan secara profesional, aman, dan tepat waktu tanpa keterlambatan,” ujar Arief Prabowo.
Selain aspek operasional, kemitraan ini juga menekankan komitmen kuat terhadap integritas dan kepatuhan hukum. Kedua perusahaan sepakat menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap penyuapan dan korupsi serta menjalankan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) sesuai praktik global.
Langkah strategis ini sejalan dengan visi ekspansi SPJM pada tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan service excellence serta penguatan tata kelola logistik maritim nasional. Dengan jaringan layanan yang tersebar dari Sumatera hingga Papua, SPJM terus memposisikan diri sebagai penyedia layanan maritim terintegrasi (integrated one-stop service) bagi pelaku industri pelayaran dunia. (*)





