Limabelas Indonesia, Makassar – Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mega Rezky, Moch Noer Alim Qalby, menegaskan bahwa lulusan Universitas Megarezky (Unimerz) harus mampu membuktikan kualitas diri setelah kembali ke tengah masyarakat. Ia pun mendorong para wisudawan untuk memiliki cita-cita tinggi dan semangat berkontribusi bagi bangsa.
Hal tersebut disampaikannya dalam prosesi wisuda Universitas Megarezky yang mengukuhkan 663 wisudawan dari jenjang Diploma, Sarjana, Magister, hingga Profesi. Kegiatan wisuda berlangsung di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (3/2/2026).
“Wisuda ini bukan akhir dari proses belajar. Justru di masyarakat nanti para lulusan harus menunjukkan kualitas, integritas, dan kontribusi nyata. Karena itu, saya mendorong wisudawan untuk memiliki cita-cita yang tinggi,” ujar Moch Noer Alim Qalby.
Rapat senat terbuka dipimpin langsung oleh Rektor Unimerz, Prof Dr Anwar Ramli. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa lulusan Unimerz diharapkan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Menurut Prof Anwar, perkembangan teknologi yang pesat, disrupsi dunia kerja, serta tantangan global yang semakin kompleks menuntut lulusan perguruan tinggi untuk adaptif, inovatif, dan mandiri.
Berdasarkan laporan rektor, jumlah wisudawan terdiri atas Fakultas Keperawatan dan Kebidanan sebanyak 132 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 8 orang, Fakultas Teknologi Kesehatan 265 orang, Fakultas Farmasi 146 orang, Fakultas Ilmu Komputer 1 orang, serta Pascasarjana sebanyak 111 orang.
Prof Anwar menambahkan, selama masa pendidikan, mahasiswa Unimerz tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga nilai integritas, etika, serta pengembangan karakter.
Ia berharap lulusan Unimerz dapat menjadi insan unggul yang adaptif, berdaya saing, inovatif, serta memiliki kepedulian sosial dan semangat belajar sepanjang hayat.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Dr Andi Lukman, mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut kemampuan akademik semata.
Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, penguasaan teknologi, kreativitas, dan kolaborasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, otomatisasi, serta kecerdasan buatan. Ia juga mengingatkan agar lulusan tidak berhenti belajar meski telah menyelesaikan pendidikan formal dan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan bangsa. (*)





