Limabelas Indonesia, Surabaya – Wakil Direktur II Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz), Dr. Auliya Citra, S.Sos., M.AP. menghadiri Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 yang diselenggarakan di Graha Unesa. Sebuah agenda nasional yang mempertemukan para pemimpin perguruan tinggi, pakar pendidikan, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan arah penguatan pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045. Dengan mengusung tema “Kampus Berdampak: Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membahas tantangan dan peluang transformasi pendidikan tinggi dalam era percepatan digital dan perubahan global.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis menjadi pusat diskusi, mulai dari peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi, relevansi kurikulum terhadap kebutuhan industri, penguatan riset berbasis masalah nasional, hingga percepatan implementasi transformasi digital. Para peserta juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Wakil Direktur II Polimerz mengikuti rangkaian pleno dan sesi diskusi tematik terkait penguatan lembaga pendidikan vokasi dalam mendukung kebutuhan tenaga kesehatan masa depan. Pada kesempatan tersebut, Dr. Auliya Citra, S.Sos., M.AP. menekankan bahwa kampus vokasi harus terus melakukan penyesuaian agar mampu menjadi motor penggerak inovasi di sektor kesehatan.
“Perguruan tinggi vokasi, termasuk Polimerz, harus menjadi institusi yang responsif terhadap perkembangan sistem kesehatan nasional. Kami berkewajiban menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif dan inovatif,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa konsolidasi antar perguruan tinggi merupakan langkah strategis yang tidak dapat dihindari.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Ekosistem pendidikan tinggi yang kuat hanya dapat terbangun melalui kolaborasi. KPPTI 2025 ini membuka ruang bagi kita untuk menyamakan visi, memperluas jejaring, dan memastikan bahwa kontribusi perguruan tinggi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Kehadiran Polimerz dalam KPPTI 2025 sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam mendukung agenda nasional peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang kesehatan. Melalui forum ini, Polimerz berharap dapat memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga serta meningkatkan kapasitas institusi dalam menghasilkan lulusan unggul, riset aplikatif, dan program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
Partisipasi ini mencerminkan upaya berkelanjutan Polimerz untuk menjadi bagian aktif dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang berdampak dan relevan dengan kebutuhan zaman.





