Limabelas Indonesia, JAKARTA — Memasuki tahun ketiga investasinya di Indonesia, BYD Indonesia mencatatkan pencapaian signifikan dengan total penjualan mencapai 90.000 unit kendaraan. Angka tersebut menjadi capaian besar bagi brand yang relatif baru di pasar otomotif nasional.
Kontribusi terbesar datang dari performa penjualan April 2026 yang hampir menyentuh 20.000 unit, atau tumbuh sekitar 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu sekaligus membuat BYD menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Di tengah pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi, segmen plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia masih terbilang kecil. Sejumlah brand asal China yang telah mencoba pasar PHEV belum mencatat angka penjualan besar sepanjang Januari-April 2026.
Model Chery Tiggo 8 CSH tercatat terjual 956 unit, disusul Geely EM Starray sebanyak 187 unit, Jaecoo J7 SHS sebanyak 147 unit, Eksion PHEV 193 unit, Darion PHEV 214 unit, Chery Tiggo 9 AWD 223 unit, serta Jaecoo J8 SHS Ardis sebanyak 119 unit.
Secara total, penjualan mobil PHEV di Indonesia selama Januari-April 2026 mencapai 2.039 unit atau masih di bawah 1 persen dari total pasar otomotif nasional. Data tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia dinilai masih belum sepenuhnya berani beralih ke teknologi PHEV, meskipun kendaraan jenis ini menawarkan daya jelajah lebih dari 1.000 kilometer dalam satu tangki penuh.
Melihat peluang tersebut, BYD mulai memperkenalkan generasi terbaru teknologi Dual Mode (DM) 5.0 yang pertama kali diperkenalkan secara global pada 2024. Teknologi ini mengusung pendekatan berkendara berorientasi EV dengan efisiensi energi lebih tinggi, integrasi sistem yang lebih cerdas, serta fleksibilitas penggunaan kendaraan yang lebih optimal. BYD mengklaim efisiensi konsumsi bahan bakar teknologi ini mampu mencapai hingga 65 km per liter.
Secara global, BYD juga mencatatkan performa impresif. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan penjualan lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV), sekaligus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik dunia, baik EV maupun PHEV melalui teknologi Dual Mode.
“Melalui teknologi Dual Mode, kami ingin kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia. Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif,” ujar Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia.
Ia menambahkan, teknologi DM dirancang lebih fleksibel, efisien, dan mudah diakses masyarakat di berbagai wilayah Indonesia sehingga dapat menjangkau lebih banyak kebutuhan mobilitas.
Karakter penggunaan teknologi DM juga disesuaikan dengan pola perjalanan masyarakat Indonesia. Untuk penggunaan di area perkotaan, sistem akan lebih memprioritaskan tenaga listrik sehingga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih senyap, halus, dan efisien. Sementara untuk perjalanan luar kota, sistem bekerja dengan kombinasi tenaga listrik dan mesin guna mengejar efisiensi bahan bakar.
Teknologi PHEV BYD sendiri dikenal sebagai DM-i atau Dual Mode Intelligent, yang dikembangkan dengan fokus pada efisiensi energi dan kenyamanan berkendara harian. Dalam sistem ini, motor listrik berfungsi sebagai penggerak utama sehingga menghadirkan karakter berkendara yang lebih responsif dan senyap.
Selain DM-i, BYD juga menghadirkan DM-p atau Dual Mode Powerful yang dikembangkan untuk menghasilkan performa lebih tinggi melalui kombinasi optimal antara motor listrik dan mesin konvensional.
Untuk kebutuhan kendaraan dengan medan lebih berat, BYD memperkenalkan DMO atau Dual Mode Off-road yang dirancang untuk menghadirkan stabilitas tenaga, penguatan torsi, serta kemampuan adaptasi lebih baik di berbagai kondisi jalan.
Dalam salah satu pengujian internal, teknologi BYD DM diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.800 kilometer dengan kombinasi tenaga listrik dan bahan bakar penuh. Konsumsi bahan bakarnya disebut mencapai 65 km/liter atau lebih dari 60 persen lebih efisien dibanding kendaraan keluarga bermesin bensin 1.500 cc yang umum digunakan di Indonesia.
Sebagai bagian dari pengenalan teknologi tersebut, BYD juga memperkenalkan filosofi BYD DM G.A.S.S. yang merepresentasikan karakter utama teknologi Dual Mode, yakni Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.
Melalui teknologi Dual Mode, BYD menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi kendaraan energi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia sekaligus mendukung percepatan transformasi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.





