Limabelas Indonesia, MAKASSAR, 16 April 2026 — Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menggelar kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di Makassar dengan tema Mendorong Literasi Reksa Dana di Makassar melalui Kampanye #ReksaDanaAja dan PINTAR Reksa Dana. Kegiatan edukasi bersama sejumlah media berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026), yang diawali dengan rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026 di sejumlah kota di Indonesia.
APRDI bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar roadshow di lima kota, yakni Surabaya pada 7–8 April, Semarang 9–10 April, Medan 14–15 April, Makassar 16–17 April, dan Bandung 20–21 April.
Sebagai puncak rangkaian kegiatan, pada 27 April 2026 akan dilaksanakan seremoni peluncuran program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja yang dirangkaikan dengan Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Di Makassar, kegiatan diawali dengan kelas edukasi investasi reksa dana bagi jurnalis di Kantor OJK Sulselbar. Selain itu, edukasi bagi mahasiswa juga digelar di sejumlah perguruan tinggi di Sulawesi Selatan yang bekerja sama dengan Galeri Investasi BEI, di antaranya Universitas Negeri Makassar, Universitas Atma Jaya Makassar, STIEM Bongaya Makassar, IBK Nitro, dan ITB Nobel Indonesia.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan, hingga Februari 2026 terdapat 569.610 investor reksa dana di Sulawesi Selatan. Dari tiga instrumen pasar modal yang tersedia, yakni saham, obligasi, dan reksa dana, instrumen reksa dana menjadi yang paling diminati investor di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, terutama generasi milenial dan Gen Z.
“Minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat, terutama dari generasi muda. Berdasarkan data BPS, penduduk usia 15–34 tahun mencapai sekitar 88,96 juta jiwa, tetapi investor reksa dana usia muda baru sekitar 12,82 persen. Artinya, ruang peningkatan inklusi investasi masih sangat luas dan perlu didorong secara serius,” ujar Muchlasin.
Menurut dia, pada 27 April 2026 akan diluncurkan secara resmi kampanye nasional Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai salah satu inisiatif strategis untuk mendorong partisipasi masyarakat lebih luas.
Muchlasin juga mengingatkan bahwa investasi tidak hanya berbicara soal keuntungan, tetapi juga risiko. Karena itu, edukasi menjadi kunci agar masyarakat dapat berinvestasi secara bijak.
Ia meminta masyarakat selalu memastikan legalitas produk investasi serta memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban sebelum berinvestasi.
Sementara itu, Dewan Presidium APRDI Marsangap P. Tamba menyebut pertumbuhan signifikan industri reksa dana pada 2025 mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional.
“Momentum ini perlu terus dijaga melalui penguatan literasi dan inklusi, terutama di kalangan generasi muda yang kini mendominasi komposisi investor. Melalui SOSEDU APRDI 2026 dan kampanye #ReksaDanaAja, kami mendorong pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan partisipatif,” katanya.
APRDI juga menyiapkan total hadiah Rp55 juta untuk kompetisi bagi jurnalis dan mahasiswa, berupa lomba penulisan artikel bagi jurnalis serta lomba pembuatan Instagram Reels bagi mahasiswa.
Pemenang akan diumumkan pada 17 Juni 2026 melalui akun Instagram @ReksaDanaAja. Seluruh karya peserta wajib dipublikasikan selama periode Pekan Reksa Dana 2026 yang berlangsung pada 25 April hingga 1 Mei 2026.
Sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan industri dan pengelolaan investasi reksa dana, OJK juga telah membentuk tim kerja bersama para pelaku industri untuk membahas perkembangan industri reksa dana dan pasar modal Indonesia sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).





