Limabelas Indonesia, Makassar – Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda Universitas Muslim Indonesia (UMI) saat salah seorang wisudawan, Azi Zahid, dipanggil ke depan dihadapan wisudawan lainnya. Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) UMI itu harus menjalani momen kelulusannya tanpa didampingi sang ibu yang meninggal dunia menjelang ujian akhir.
Sebagai bentuk empati, Rektor UMI Prof. Hambali Thalib memberikan bantuan berupa pengembalian biaya wisuda kepada Azi Zahid.
“UMI memberikan bantuan ini mudah-mudahan menjadi spirit dan semangat agar lebih mengembangkan diri dan tetap menjadi bagian dari civitas akademika UMI secara keseluruhan. Selamat dan sukses,” ujar Prof. Hambali.
UMI menggelar wisuda Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Periode I Tahun 2026 di Phinisi Ballroom, Claro Hotel Makassar, pada 16–18 April 2026. Sebanyak 3.024 lulusan diwisuda selama tiga hari pelaksanaan.
Rektor UMI menyebut para lulusan yang diwisuda merupakan bagian dari agen perubahan dan calon pemimpin masa depan.
“UMI sedang melahirkan ribuan agen perubahan dan mencetak pemimpin,” katanya.
Ia merinci, jumlah lulusan pada periode ini terdiri atas 2.030 sarjana strata satu, 545 lulusan pendidikan profesi, 372 magister, 66 doktor, dan 11 diploma tiga.
Hari Kedua Diikuti 843 Wisudawan
Pada hari kedua pelaksanaan wisuda, jumlah lulusan mencapai 843 orang. Mereka berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan, Akademi Bahasa Asing, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Profesi Ners, D3 Kebidanan, Fakultas Kedokteran Gigi, serta Profesi Dokter Gigi.
Seluruh wisudawan Sarjana Keperawatan pada periode ini juga dinyatakan lulus Uji Kompetensi Nasional.
Dalam prosesi wisuda tersebut, terdapat empat mahasiswa nonmuslim yang berasal dari Mamuju, Flores, Sumba, dan Bali. Kehadiran mereka mencerminkan keberagaman di lingkungan kampus berbasis nilai-nilai Islam tersebut.
UMI Makassar merupakan salah satu perguruan tinggi Islam swasta tertua, terbesar, dan terkemuka di Indonesia Timur. Kampus ini didirikan pada 23 Juni 1954, berakreditasi Unggul, serta dikenal dengan komitmen “Ilmu dan Ibadah” dan pendidikan karakter melalui Pesantren Darul Mukhlishin.
Enam Lulusan Terbaik
Pada wisuda hari kedua, UMI menetapkan enam lulusan terbaik, yakni:
1. Inul Adila, ST – Fakultas Teknik, IPK 3,90
2. Putri Fatimah Azzahrah, S.S – Fakultas Sastra, IPK 3,98
3. Nayla Herman, S.K.M – Fakultas Kesehatan Masyarakat, IPK 3,99
4. Ns. Nurul Fadila, S.Kep – Fakultas Kesehatan Masyarakat, IPK 4,00
5. Sri Ramadani, S.K.G – Fakultas Kedokteran Gigi, IPK 3,78
6. drg. Anggita Maulidya Putri, S.K.G – Fakultas Kedokteran Gigi, IPK 3,82. (*)





