OJK Luncurkan Dua Program Akselerasi, Startup AI hingga Web3 Dapat Pendampingan Intensif

Limabelas Indonesia, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan dua program akselerasi startup sepanjang 2026 sebagai bagian dari pengembangan Pusat Inovasi OJK (OJK Infinity). Program tersebut dirancang untuk mempercepat lahirnya inovasi di sektor jasa keuangan digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan kedua program itu menjadi bagian dari innovation pipeline yang mencakup tahapan ide, pendampingan, regulatory sandbox, hingga implementasi.

Program pertama adalah OJK Fintech Startup Accelerator yang dikembangkan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital. Program ini menyasar startup yang mengembangkan teknologi keuangan seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), sistem pendeteksi fraud, embedded finance, tokenisasi aset dunia nyata, platform koperasi digital, hingga solusi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sementara itu, program kedua, OJK Infinity Accelerator, diselenggarakan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Program ini berfokus pada inovasi berbasis kekayaan intelektual, termasuk tokenisasi hak kekayaan intelektual, pemanfaatan Web3, Non-Fungible Token (NFT), digital licensing, hingga pembiayaan berbasis aset intelektual.

Selama mengikuti program, para startup memperoleh berbagai pendampingan, mulai dari business diagnosis, validasi pasar, strategi produk, pemodelan keuangan, klinik regulasi, hingga sesi mentoring intensif sebagai persiapan menuju Demo Day.

Untuk memperkuat jejaring kolaborasi, OJK juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Accelerating the Next Generation of Innovators. Forum ini mempertemukan peserta startup dengan regulator, investor, akademisi, asosiasi, dan praktisi industri guna membahas strategi membangun perusahaan yang berkelanjutan dan berdampak.

Sejumlah pembicara yang hadir antara lain mantan Co-Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison, CEO Kitabisa Vikra Ijas, CEO Kopitiam Oey Wasis Gunarto, serta perwakilan BlockDevId dan BitGo APAC, Irsan Ramzee.

OJK berharap kedua program akselerasi tersebut mampu melahirkan lebih banyak inovasi sektor jasa keuangan digital yang sehat, menerapkan tata kelola yang baik, mematuhi regulasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara regulator, pemerintah, investor, akademisi, dan pelaku industri dinilai menjadi kunci untuk menciptakan startup Indonesia yang memiliki daya saing di tingkat global. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *