Limabelas Indonesia, Makassar – Pengelola Jalan Tol Makassar, PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN), menggelar joint evacuation drill bersama PT Pertamina Patra Niaga (Persero), PT Elnusa Petrofin, Induk PJR Tol Dirlantas Polda Sulawesi Selatan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar. Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapsiagaan sistem tanggap darurat terpadu sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi berbagai potensi kondisi darurat di Jalan Tol Makassar.
Simulasi menghadirkan skenario insiden kompleks yang meliputi evakuasi korban dari Tol Layang A.P. Pettarani, pengaturan lalu lintas dalam kondisi darurat, hingga penanganan kebakaran kendaraan. Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk menguji efektivitas prosedur, kecepatan respons, serta koordinasi antarlembaga dalam menangani situasi yang membutuhkan tindakan cepat dan terintegrasi.
Direktur Utama PT Makassar Metro Network, Ismail Malliungan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan sistem keselamatan dan tanggap darurat dapat berfungsi secara optimal saat dibutuhkan.
“Keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama kami. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan bahwa prosedur, personel, peralatan, dan mekanisme koordinasi yang telah disiapkan dapat berjalan dengan baik ketika menghadapi kondisi darurat. Dalam situasi seperti ini, kecepatan respons dan sinergi antarinstansi menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan penanganan di lapangan,” ujar Ismail.
Menurutnya, pengujian sistem secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapsiagaan operasional Jalan Tol Makassar. Selain menjadi sarana evaluasi terhadap prosedur yang telah diterapkan, simulasi juga memastikan seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.
Senada dengan itu, Region Manager HSSE Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga, Ryan Hendra, menilai latihan bersama memiliki peran strategis dalam membangun kesiapan dan koordinasi lintas instansi.
“Penanganan keadaan darurat membutuhkan koordinasi yang cepat dan terstruktur antara seluruh pihak yang terlibat. Melalui simulasi bersama ini, setiap instansi dapat memahami peran dan mekanisme koordinasi yang harus dilakukan sehingga proses penanganan dapat berjalan lebih efektif jika insiden sebenarnya terjadi,” katanya.
Direktur Operasi & Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, juga menegaskan pentingnya simulasi terpadu untuk meningkatkan kesiapan personel, khususnya dalam menghadapi potensi kondisi darurat yang melibatkan kendaraan operasional dan distribusi energi.
“Bagi kami, latihan seperti ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan personel di lapangan dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi darurat. Selain menguji pemahaman terhadap prosedur keselamatan, simulasi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan respons personel dalam situasi yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat,” ujarnya.
Selain melibatkan PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin, kegiatan ini turut didukung Induk PJR Tol Dirlantas Polda Sulawesi Selatan serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar. Simulasi juga disaksikan oleh perwakilan masing-masing instansi sebagai observer, sebagai bagian dari upaya membangun sistem keselamatan yang terintegrasi dan responsif bagi pengguna jalan.
Sebagai tindak lanjut, seluruh instansi yang terlibat menggelar evaluasi bersama di Hotel Mercure Makassar untuk mengidentifikasi berbagai pembelajaran selama pelaksanaan simulasi sekaligus menyempurnakan mekanisme koordinasi penanganan keadaan darurat di Jalan Tol Makassar.
Melalui simulasi dan evaluasi tersebut, Pengelola Jalan Tol Makassar berharap sinergi antarinstansi dapat terus diperkuat guna mendukung terciptanya sistem keselamatan yang andal, responsif, dan berkelanjutan. Pengguna jalan juga diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, serta segera melaporkan setiap kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan kepada petugas jalan tol atau melalui Sentra Komunikasi di nomor 1500-147.
Sekilas PT Margautama Nusantara
PT Margautama Nusantara (MUN) merupakan unit bisnis strategis PT Nusantara Infrastructure Tbk yang bergerak di bidang pengelolaan dan pengembangan jalan tol. MUN membawahi PT Bintaro Serpong Damai (BSD), PT Makassar Metro Network (MMN), dan PT Makassar Airport Network (MAN).
PT Makassar Metro Network mengelola jalan tol sepanjang 6,05 kilometer yang menghubungkan Pelabuhan Soekarno-Hatta dengan Jalan A.P. Pettarani (Seksi 3) dan terhubung dengan Jalan Tol MAN. MMN juga telah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani sepanjang 4,3 kilometer untuk membantu mengurai kemacetan di Kota Makassar.
Sementara itu, PT Makassar Airport Network mengelola Jalan Tol Seksi IV Makassar sepanjang 14,59 kilometer yang menghubungkan Jembatan Tallo hingga Simpang Mandai, sekaligus menyediakan akses menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan Makassar New Port. (*)





