Limabelas Indonesia, Makassar – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama 2026. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di sektor jasa kemaritiman tersebut berhasil membukukan laba bersih yang melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Hingga Maret 2026, pendapatan usaha konsolidasian SPJM terealisasi sebesar 94 persen dari RKAP, dengan pertumbuhan 5 persen secara year on year (YoY). Peningkatan kinerja juga tercermin pada laba usaha yang melampaui target RKAP atau tumbuh 74 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA perusahaan tercatat meningkat 45 persen YoY dibandingkan kuartal I 2025.
SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, mengatakan capaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi bisnis dan fokus eksekusi perusahaan sejak awal tahun.
“Kinerja kuartal pertama 2026 menunjukkan ketahanan bisnis SPJM di tengah dinamika operasional. Sejumlah lini usaha mampu melampaui target RKAP, meskipun masih terdapat tantangan di beberapa wilayah dan segmen yang terus kami mitigasi,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dari sisi operasional, SPJM mencatat performa positif pada sejumlah layanan utama. Layanan docking melalui anak usaha PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) merealisasikan docking sebanyak 12 unit kapal. Pada segmen pengelolaan alur pelayaran, realisasi berbasis tonase mencapai 8,25 juta ton, sedangkan pengelolaan alur berbasis box mencapai 99 persen dari target.
Kinerja layanan pendukung pelabuhan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Realisasi distribusi air bersih mencapai 679.837 ton dan penyaluran listrik sebesar 59,76 juta kWh. Sementara itu, layanan waste management menjadi salah satu pendorong utama kinerja dengan realisasi mencapai 310 persen dari RKAP. Adapun layanan oil spill response (OSR) tercatat mencapai 118 persen dari target RKAP 2026.
Pada lini equipment, anak usaha PT BIMA mencatat availability alat sebesar 89,20 persen atau mencapai 105 persen dari RKAP. Tingkat keandalan alat juga tetap terjaga melalui indikator Mean Time to Repair (MTTR) dan Mean Time Between Failure (MTBF) yang stabil.
Dari sisi neraca, total aset SPJM per Maret 2026 tercatat tumbuh 18 persen YoY. Ekuitas perusahaan juga meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penguatan likuiditas tercermin dari arus kas operasi yang melonjak signifikan, serta saldo kas yang tumbuh hingga 60 persen YoY.
Manajemen menilai capaian tersebut semakin memperkuat posisi SPJM sebagai salah satu kontributor penting dalam ekosistem BUMN kepelabuhanan. Ke depan, SPJM akan terus mendorong operational excellence, optimalisasi aset, ekspansi layanan bernilai tambah, serta pengembangan kemitraan strategis dan digitalisasi guna mendukung target pertumbuhan sepanjang 2026.





