Limabelas Indonesia, Makassar – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat sinergi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang kepanduan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 bagi Perwira TNI AL.
Upacara Pembukaan dan Seremonial Pelepasan Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 berlangsung di Pendulum Nusantara Hall PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), Bogor, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Laksda TNI Yudi Cahyadi, S.T., CHRMP., CFrA selaku Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers Kasal), Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Dr. Muhammad Anto Julianto, S.E., M.Si., Komisaris Utama PJM Hermanto, Direktur Utama PJM Arief Hermawan, serta Direktur Operasi dan Teknik PJM Warsilan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Pembukaan Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II, kemudian dilanjutkan Seremonial Pelepasan Perwira TNI AL untuk mengikuti program pendidikan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TNI AL dan PT Pelindo Jasa Maritim. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarinstitusi dalam pengembangan kompetensi SDM sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepelabuhanan.
Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Arief Hermawan mengatakan, pelaksanaan Diklat Pandu Tingkat II merupakan langkah strategis untuk membangun kompetensi SDM sekaligus memperkuat sinergi antara PJM dan TNI AL.
“Program Pendidikan Pandu Tingkat II bagi Perwira TNI Angkatan Laut merupakan bentuk nyata sinergi antara Pelindo dan TNI AL dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki integritas. Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi terhadap pelayanan pemanduan kapal yang semakin aman, andal, dan berkualitas,” ujar Arief.
Menurutnya, penguatan kompetensi pandu memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan, kelancaran, dan keandalan pelayanan kapal di wilayah operasional PJM.
“Bagi PJM, kerja sama ini bukan hanya tentang peningkatan kompetensi personel, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas pelayanan maritim. Kami berharap sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan kepelabuhanan, khususnya di kawasan Indonesia Timur,” tambahnya.
Sebanyak delapan Perwira TNI AL dinyatakan lulus seleksi untuk mengikuti Diklat Pembentukan Pandu Tingkat II Angkatan V Tahun 2026.
Program tersebut memiliki arti strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemanduan kapal di kawasan Indonesia Timur. Kolaborasi PJM dan TNI AL diarahkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan pemanduan, khususnya di Jayapura, Merauke, Manokwari, Biak, Sorong, Tual, Fakfak, dan Timika.
Pelaksanaan Diklat Pandu Tingkat II diselenggarakan oleh PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), yang telah memperoleh persetujuan untuk menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan Pandu Tingkat II.
Program pendidikan tersebut mengacu pada pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM pemanduan kapal yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Melalui sinergi antara TNI AL, PJM, dan Kementerian Perhubungan, penguatan kompetensi SDM bidang pemanduan kapal diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut sekaligus mendukung ketersediaan personel pandu yang kompeten untuk meningkatkan keselamatan, keandalan, dan kualitas pelayanan kapal di wilayah operasional PJM.
Komitmen ini sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik nasional.
Dalam konteks tersebut, pengembangan kompetensi SDM menjadi bagian penting untuk menghadirkan layanan maritim yang profesional, andal, dan berkelanjutan. Sinergi lintas institusi melalui program pendidikan pandu ini diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pelayanan pemanduan kapal sekaligus memperkuat kontribusi PJM dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi maritim nasional. (*)





