Pembiayaan UMKM Sulsel Capai Rp62,30 Triliun, 902 Ribu Debitur Terlayani

Limabelas Indonesia, Makassar – Penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika perekonomian. Hingga Juni 2026, total kredit UMKM yang disalurkan perbankan mencapai Rp62,30 triliun, atau sekitar 36,06 persen dari total kredit perbankan di Sulawesi Selatan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan pembiayaan terhadap UMKM masih menjadi salah satu fokus utama sektor jasa keuangan karena memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah.

“Dukungan sektor jasa keuangan terhadap perekonomian daerah juga tercermin dari tetap terjaganya penyaluran kredit kepada sektor UMKM,” ujar Muchlasin.

Berdasarkan data OJK, posisi kredit UMKM pada Juni 2026 tumbuh 1,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Juni 2025. Meski pertumbuhannya relatif moderat, UMKM tetap menjadi sektor penting karena berperan sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, sekaligus penopang aktivitas usaha masyarakat.

Dari sisi penyaluran berdasarkan skala usaha, kredit UMKM di Sulsel masih didominasi oleh segmen usaha mikro. Hingga Juni 2026, kredit mikro tercatat sebesar Rp35,20 triliun, dengan pangsa mencapai 56,50 persen dari total kredit UMKM.

Kredit pada segmen mikro tersebut juga tumbuh 3,30 persen yoy, menunjukkan masih kuatnya kebutuhan pembiayaan dari pelaku usaha mikro.

Selanjutnya, kredit usaha kecil tercatat sebesar Rp18,06 triliun, dengan pangsa 28,98 persen. Namun, segmen ini mengalami kontraksi 2,53 persen yoy.

Sementara itu, kredit usaha menengah mencapai Rp9,04 triliun, dengan pangsa 14,52 persen dan mencatat pertumbuhan tipis sebesar 0,32 persen yoy.

Secara keseluruhan, penyaluran kredit UMKM tersebut telah menjangkau 902.581 debitur hingga Juni 2026. Jumlah tersebut mengalami penurunan 1,68 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Muchlasin menilai dominasi kredit pada segmen mikro sekaligus menunjukkan besarnya kebutuhan akses pembiayaan bagi pelaku usaha skala kecil. Kondisi ini juga menjadi peluang untuk terus memperkuat ekosistem pembiayaan dan pendampingan agar pelaku UMKM dapat berkembang dan naik kelas.

“Dominasi kredit pada segmen usaha mikro menunjukkan masih besarnya kebutuhan akses pembiayaan bagi pelaku usaha skala kecil, sekaligus menjadi peluang untuk terus memperkuat ekosistem pembiayaan dan pendampingan usaha guna mendorong UMKM naik kelas,” jelasnya.

OJK bersama industri jasa keuangan pun terus mendorong penguatan akses pembiayaan bagi UMKM, tidak hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan usaha. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *