Penulis : Mila
Limabelas Indonesia, Makassar – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Manggala, Kota Makassar, terus memperkuat peran pelayanan keagamaan dan pembinaan masyarakat melalui berbagai program yang menyasar remaja hingga keluarga.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama dalam program “The Most KUA – Move of Sakinah Maslahat”. Program ini menjadi bagian dari penguatan peran KUA agar tidak hanya berfokus pada pelayanan administrasi pernikahan, tetapi juga hadir dalam pembinaan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Manggala, Muhammad Tahir, S.Ag., M.Ag., mengatakan program tersebut dilaksanakan melalui sejumlah kegiatan pembinaan, di antaranya Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN), dan Bimbingan Keluarga Sakinah (BKS).
“Program ini kita arahkan untuk memberikan pembinaan kepada remaja dan keluarga. Jadi, KUA tidak hanya hadir ketika masyarakat mengurus pernikahan, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan sebelum dan setelah memasuki kehidupan berkeluarga,” ujar Muhammad Tahir, Kamis (13/8/2026).
Muhammad Tahir yang dipercaya menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Manggala sejak 2023 tersebut memandang tugas KUA bukan semata-mata berkaitan dengan pelayanan administratif. Menurutnya, keberadaan KUA juga harus menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan silaturahmi dengan masyarakat di wilayah kerjanya.
Salah satu kegiatan rutin yang menjadi bagian dari program pembinaan adalah BRUN yang dilaksanakan setiap Rabu. Dalam pelaksanaannya, KUA Manggala menggandeng berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Kepolisian hingga perguruan tinggi.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan agar pembekalan kepada remaja lebih komprehensif. Selain mendapatkan perspektif keagamaan, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan, keamanan, pendidikan, serta kesiapan membangun kehidupan berkeluarga.
“Remaja perlu mendapatkan pembekalan dari berbagai sisi. Bukan hanya dari aspek agama, tetapi juga kesehatan, pendidikan dan kesiapan mereka menghadapi kehidupan berkeluarga,” jelasnya.

Selain BRUN, KUA Manggala juga menjalankan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang menyasar pelajar. Program tersebut menjadi sarana edukasi sejak dini mengenai nilai-nilai keagamaan, kesiapan menghadapi kehidupan, serta pentingnya perencanaan masa depan sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Sementara itu, Bimbingan Keluarga Sakinah (BKS) diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis. Pembinaan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya keluarga yang mampu menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang kuat.
Kegiatan KUA Manggala juga tidak berhenti pada pembinaan remaja dan keluarga. KUA turut menggelar gerakan bersih masjid dan rumah ibadah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menciptakan lingkungan tempat ibadah yang bersih, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.
Di Kecamatan Manggala, salah satu kegiatan tersebut dipusatkan di Kampung Batu, yang merupakan kampung moderasi beragama. Kawasan ini menjadi ruang untuk memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan kerukunan di tengah masyarakat.
Muhammad Tahir menilai keberadaan KUA di tengah masyarakat memiliki karakter yang berbeda karena pelayanan yang diberikan secara langsung menyentuh masyarakat di wilayah kecamatan.
“Menjadi kepala KUA itu ibarat silaturahmi. Kita bertemu dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang berada di wilayah kita,” ujarnya.
Melalui program The Most KUA – Move of Sakinah Maslahah, KUA Kecamatan Manggala berupaya memperluas fungsi pelayanan, dari yang sebelumnya lebih dikenal dalam urusan administrasi pernikahan menjadi pusat pembinaan remaja, keluarga, serta penguatan moderasi beragama.
Pendekatan tersebut diharapkan semakin mendekatkan KUA dengan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi dalam membentuk generasi muda yang memiliki kesiapan menghadapi kehidupan berkeluarga serta mewujudkan keluarga yang sakinah, harmonis, dan memiliki ketahanan yang kuat. (*)





