Limabelas Indonesia, DENPASAR — PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine), anak usaha PT Pelindo Jasa Maritim yang bergerak di bidang layanan pemanduan, penundaan, dan jasa kelautan, berhasil melaksanakan pemindahan Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) dari area Bali Cruise Ship Terminal (BCST) Benoa menuju Area Pengembangan 2 (AP2), Senin (10/8/2026).
Relokasi dua fasilitas energi terapung tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Di sisi lain, pemindahan juga dilakukan dengan tetap memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat dan sektor industri di Bali.
Sub Regional Head Sub Regional Bali Nusra Regional 3 Pelindo, Fariz Hariyoso, mengatakan relokasi FRU dan FSRU merupakan bagian dari penataan kawasan BMTH yang diarahkan menjadi destinasi wisata maritim kelas dunia.
Menurutnya, pengembangan kawasan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan penyediaan infrastruktur energi yang andal.
“Relokasi kedua fasilitas terapung ini dilakukan untuk mendukung pengembangan Bali Maritime Tourism Hub tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik di Bali. Pengembangan sektor pariwisata dan sektor energi harus berjalan berdampingan sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Fariz.
Keberhasilan proses relokasi tersebut turut didukung sinergi berbagai pihak serta penggunaan armada kapal tunda milik Pelindo Marine, yakni KT Jayanegara 303, KT Bima 324, dan KT Bima 315.
Direktur Komersial, Operasi dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, menegaskan bahwa Pelindo Marine berkomitmen memberikan layanan maritim yang aman dan andal, khususnya dalam mendukung proyek strategis.
“Pelindo Marine berkomitmen menghadirkan layanan maritim yang andal dan berkualitas untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional,” kata Elvin.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PEL), Jeffry Y. Priastono, menjelaskan bahwa FRU Lumbung Dewata merupakan salah satu infrastruktur strategis dalam menjaga keberlangsungan pasokan energi di Pulau Dewata.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas regasifikasi sebesar 41 MMSCFD (Million Metric Standard Cubic Feet per Day) dan berperan dalam menyuplai gas untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN di Bali.
“FRU Lumbung Dewata merupakan bagian penting dari rantai pasok energi Bali. Relokasi ini memastikan fasilitas tetap beroperasi optimal sekaligus mendukung pengembangan kawasan Benoa sebagai pusat pariwisata maritim modern,” ujar Jeffry.
Relokasi FRU dan FSRU tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan kawasan pariwisata modern dapat dilakukan secara selaras dengan kebutuhan infrastruktur energi. Keandalan energi menjadi salah satu faktor penting dalam menopang aktivitas masyarakat sekaligus pertumbuhan industri pariwisata di Bali.
Sinergi antara Pelindo Marine, PT Pelindo Energi Logistik, dan PLN Group juga memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis, mendorong transisi energi hijau, serta menjadikan Bali sebagai salah satu destinasi maritim kelas dunia. (*)





