Limabelas Indonesia, Makassar, 14 September 2026 — Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (D-IV K3) Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) kembali memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman lapangan melalui pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa di Rumah Sakit Dr. Tajuddin Chalid Makassar.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa K3 untuk mengintegrasikan pengetahuan teoritis yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik profesional di lingkungan kerja, khususnya pada sektor pelayanan kesehatan yang memiliki kompleksitas risiko keselamatan dan kesehatan kerja.
Kedatangan mahasiswa PKL D-IV K3 Polimerz di RS Dr. Tajuddin Chalid diterima oleh Ratman, SKM., MKM. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mendapatkan arahan terkait pelaksanaan kegiatan PKL, tata tertib, lingkungan kerja, serta pentingnya menjunjung tinggi etika dan profesionalisme selama menjalani proses pembelajaran di rumah sakit.
Pelaksanaan PKL di lingkungan rumah sakit memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung penerapan prinsip K3, mulai dari identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga penerapan budaya keselamatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Wakil Direktur I Polimerz, Dr. M. Anas, S.E., S.KM., M.Kes. dalam sambutannya menegaskan bahwa PKL bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan bagian strategis dalam membentuk kesiapan profesional mahasiswa.
“PKL merupakan proses pembelajaran yang mempertemukan teori dengan realitas di lapangan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep K3 secara akademis, tetapi juga harus mampu mengidentifikasi persoalan, menganalisis risiko, serta memahami bagaimana prinsip keselamatan dan kesehatan kerja diterapkan dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya,” ujar M. Anas.
Menurutnya, lingkungan rumah sakit memiliki karakteristik risiko yang beragam sehingga menjadi laboratorium pembelajaran yang sangat relevan bagi mahasiswa K3. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kemampuan profesional.
“Kami berharap mahasiswa dapat menjaga nama baik institusi, menunjukkan kedisiplinan, etika, tanggung jawab, dan sikap profesional. Jadikan PKL ini sebagai ruang untuk belajar, bertanya, mengamati, dan memberikan kontribusi positif sesuai kapasitas keilmuan yang dimiliki,” lanjutnya.
M. Anas juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pelayanan kesehatan dalam menghasilkan lulusan K3 yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
“Kualitas lulusan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh pengalaman, karakter, kemampuan komunikasi, dan kesiapan menghadapi persoalan nyata di tempat kerja. Karena itu, kerja sama dengan rumah sakit dan berbagai institusi mitra menjadi bagian penting dalam penguatan mutu pendidikan K3 di Polimerz,” tambahnya.
Sementara itu, penerimaan mahasiswa oleh pihak RS Dr. Tajuddin Chalid menjadi momentum awal untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik selama pelaksanaan PKL. Mahasiswa diharapkan mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh serta mematuhi standar keselamatan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan rumah sakit.
Melalui kegiatan ini, Prodi D-IV K3 Polimerz terus mendorong pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi, profesionalisme, keselamatan, dan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman lapangan diharapkan mampu membentuk calon tenaga profesional K3 yang tidak hanya memiliki penguasaan teori, tetapi juga kompeten dalam mengimplementasikan prinsip K3 secara sistematis dan berbasis risiko.
PKL di RS Dr. Tajuddin Chalid sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polimerz dalam menghadirkan pendidikan vokasi kesehatan yang link and match dengan dunia kerja, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kesiapan akademik, keterampilan praktis, serta karakter profesional untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. (*)





