Limabelas Indonesia, Makassar – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Sulawesi Selatan menyatukan komitmen memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat melalui peluncuran Buku Seri Pertama Lintas Ormas Islam se-Sulawesi Selatan bertema “Merajut Ukhuwah Teguhkan Bangsa”.
Peluncuran buku tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (PW Parmusi) Sulawesi Selatan di Gedung Phinisi Ballroom Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (14/9/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum berkumpulnya berbagai elemen ormas Islam untuk membangun sinergi dan memperkuat kontribusi terhadap kehidupan umat, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Parmusi Sulawesi Selatan, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, M.H., mengatakan persatuan ant ormas Islam menjadi kebutuhan penting di tengah semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi umat.
“Kita berharap melalui kesepakatan ini, ukhuwah dan persaudaraan antarsesama organisasi kemasyarakatan Islam semakin diwujudkan dan diperkuat,” katanya.
Menurut Abu Bakar, selama ini masing-masing ormas Islam telah menjalankan peran melalui kegiatan dakwah, pendidikan, pembinaan, dan pelayanan kepada umat. Namun, kontribusi tersebut perlu diperkuat melalui kerja sama lintas organisasi.
“Tidak cukup hanya aktif bekerja secara masing-masing. Hal yang lebih penting adalah bagaimana kita merajut kerja sama di antara seluruh ormas Islam yang ada di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi diperlukan untuk menghadapi berbagai problematika umat yang semakin kompleks. Karena itu, seluruh potensi umat, khususnya lembaga-lembaga kemasyarakatan Islam tingkat provinsi, diharapkan dapat memainkan peran yang lebih tegas dan nyata.
“Dengan persatuan, ukhuwah, dan kerja sama yang kuat antarsesama ormas Islam, kita berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi umat dan masyarakat Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi Sulsel, Kiai H. Fathurrahman, S.Ag., dalam hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW mengingatkan pentingnya menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan.
Ia mempertanyakan sejauh mana ormas-ormas Islam dapat duduk bersama dan menyuarakan penghentian berbagai konflik yang berpotensi menyeret nama besar dan nama baik Nabi Muhammad SAW.
“Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi kesempatan bagi kita untuk mengambil dan menghidupkan teladan yang baik, bukan justru mempertontonkan hal-hal yang tidak baik,” katanya.
Menurutnya, umat Islam perlu menghindari sikap saling mengolok-olok, merendahkan, maupun mempertentangkan satu sama lain.
“Jika kita mengaku sebagai umat Nabi Muhammad SAW, hendaknya kita berhenti saling mengolok-olok, saling merendahkan, dan membiarkan umat terpecah belah,” ujarnya.
Ia menegaskan, nama besar Nabi Muhammad SAW harus dijunjung tinggi dan dimuliakan. Karena itu, berbagai tindakan yang dapat merendahkan atau mencederai nama baik Rasulullah harus dihentikan.
Fathurrahman juga menekankan bahwa peringatan Maulid tidak semestinya berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui penerapan sunnah dan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita mampu mengambil teladan dari kehidupan Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.
Gagasan mempertemukan berbagai ormas Islam Sulsel tersebut juga mendapat dukungan dari AM Iqbal Parewangi, penggagas lahirnya Buku Seri Pertama Lintas Ormas Islam se-Sulsel sekaligus Dewan Pakar Parmusi Sulsel.
Iqbal menilai pertemuan lintas ormas menjadi langkah penting untuk membangun ruang dialog, persaudaraan, dan kerja bersama di tengah beragam perbedaan yang ada di tubuh umat Islam.
Menurutnya, keberadaan buku tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi gagasan, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk merajut ukhuwah dan memperkuat persatuan.
Buku seri pertama tersebut diluncurkan dalam bentuk virtual dengan cara memindai barcode e-book yang telah disiapkan. Menariknya, seluruh hasil penjualan buku akan diwakafkan untuk guru mengaji di Sulawesi Selatan.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat gerakan literasi dan ukhuwah ant ormas Islam, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada para guru mengaji yang selama ini berperan penting dalam pembinaan keagamaan masyarakat.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, yang akrab disapa Panglima Ta’, mengapresiasi pertemuan lintas ormas Islam tersebut.
Ia mengaku haru melihat berbagai ormas Islam di Sulawesi Selatan dapat duduk bersama untuk membicarakan persoalan umat, bangsa, dan negara.
“Saya bersyukur dan merasa terhormat karena kita semua bisa bertemu, duduk bersama, dan dengan rendah hati berkumpul untuk memikirkan persoalan-persoalan umat, bangsa, dan negara kita,” katanya.
Panglima Ta’ mengatakan ormas Islam memang bukan pemerintah, tetapi memiliki tanggung jawab moral terhadap umat, bangsa, dan negara.
Ia mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW yang hadir di tengah masyarakat untuk membangun persaudaraan dan memperbaiki kehidupan sosial.
“Bangsa ini, negara ini, dan umat Islam akan menjadi kuat apabila kita semua memiliki kepedulian terhadap kondisi yang terjadi di sekitar kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa persatuan tidak cukup hanya menjadi wacana para pimpinan organisasi. Keterlibatan ulama, tokoh agama, generasi muda, akademisi, aktivis, dan seluruh elemen umat menjadi bagian penting dalam membangun gerakan bersama.
“Sebab, persatuan tidak cukup hanya diwacanakan. Persatuan harus diwujudkan dalam kerja bersama, kepedulian bersama, dan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Menurutnya, Sulawesi Selatan membutuhkan kekuatan ormas Islam yang tetap mempertahankan identitas dan karakter masing-masing, namun mampu membangun ruang kebersamaan dan saling menghormati.
“Inilah yang harus kita bangun di Sulawesi Selatan: ormas Islam yang tetap memiliki identitas dan karakter masing-masing, tetapi mampu duduk bersama, saling menghormati, dan bekerja bersama untuk kepentingan umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan peluncuran buku lintas ormas Islam tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarorganisasi Islam di Sulawesi Selatan. Ukhuwah tidak hanya berhenti sebagai pesan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.





