Mahasiswa Polimerz Ambil Peran dalam Jelajah Sampah 2026, Dukung Aksi Lingkungan dan Layanan Kesehatan di Tamalate

Limabelas Indonesia, Makassar, 4 Juli 2026 – Mahasiswa Program Studi D-IV Promosi Kesehatan Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) turut mengambil peran aktif dalam pelaksanaan Jelajah Sampah 2026 yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Kecamatan Tamalate, Sabtu (4/7). Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam mengintegrasikan upaya pelestarian lingkungan dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Jelajah Sampah 2026 merupakan program kolaboratif Pemerintah Kota Makassar yang mengajak masyarakat untuk belajar, bergerak, dan beraksi dalam pengelolaan sampah melalui edukasi serta praktik langsung di setiap kecamatan. Pada hari kedua pelaksanaan, kegiatan melibatkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, komunitas, dan masyarakat yang bersama-sama berkomitmen mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan plogging atau berjalan sambil memungut sampah dan aksi bersih lingkungan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi pengelolaan sampah, praktik pembuatan eco enzyme, budidaya maggot, pembuatan kompos, biopori, serta pengenalan Bank Sampah, Pasar Tani, dan Urban Farming sebagai bentuk pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, Puskesmas Tamalate menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta dan masyarakat. Dalam layanan ini, mahasiswa Program Studi D-IV Promosi Kesehatan Politeknik Kesehatan Megarezky dipercaya membantu pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya mendukung kelancaran pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dalam mengaplikasikan ilmu promosi kesehatan secara langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, tenaga kesehatan Puskesmas Tamalate memberikan pemeriksaan lanjutan berupa pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan kolesterol. Setelah seluruh pemeriksaan selesai, peserta memperoleh konseling kesehatan yang disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Tamalate, dr. Rudi Lautan, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit dan penerapan gaya hidup sehat.

Kepala Puskesmas Tamalate, dr. Rudi Lautan, mengatakan kehadiran layanan Cek Kesehatan Gratis dalam Jelajah Sampah 2026 merupakan bentuk sinergi antara sektor kesehatan dan lingkungan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Lingkungan yang bersih harus diiringi dengan masyarakat yang sehat. Karena itu, kami menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis agar masyarakat tidak hanya terlibat dalam aksi menjaga lingkungan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Kami juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Program Studi D-IV Promosi Kesehatan Politeknik Kesehatan Megarezky yang turut membantu pelaksanaan pemeriksaan dasar. Ini menjadi pengalaman belajar yang baik bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujar dr. Rudi Lautan.

Kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Puskesmas Tamalate, dan Politeknik Kesehatan Megarezky menunjukkan bahwa isu lingkungan dan kesehatan merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Lingkungan yang bersih menjadi fondasi bagi masyarakat yang sehat, sementara masyarakat yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan, mulai dari mengikuti aksi peduli lingkungan, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, hingga berpartisipasi aktif dalam setiap sesi edukasi. Semangat tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kesehatan diri.

Melalui Jelajah Sampah 2026, Pemerintah Kota Makassar berharap semakin banyak masyarakat yang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, aktif mengelola sampah dari sumbernya, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup menuju Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *