Limabelas Indonesia, MAKASSAR, 16 Agustus 2026 – Pengguna Jalan Tol Makassar mulai 17 Agustus 2026 tidak lagi menerima struk transaksi dalam bentuk fisik. PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN) selaku pengelola Jalan Tol Makassar menerapkan 100 persen struk digital di seluruh gardu transaksi.
Kebijakan tersebut berlaku di seluruh Gerbang Tol Otomatis (GTO) maupun gardu hybrid. Bukti transaksi selanjutnya dapat diakses secara digital melalui situs resmi Jalan Tol Makassar dan aplikasi NITA (Nusantara Infrastructure Toll Apps).
Penerapan ini merupakan kelanjutan dari penggunaan struk digital yang sebelumnya telah diberlakukan pada seluruh GTO sejak 17 Agustus 2025. Setelah berjalan selama satu tahun dan melalui proses evaluasi, sistem tersebut kini diperluas ke gardu hybrid.
Perubahan ini perlu menjadi perhatian pengguna jalan, terutama mereka yang membutuhkan bukti transaksi untuk keperluan administrasi perjalanan, seperti pengemudi kendaraan logistik maupun kendaraan operasional perusahaan.
Direktur Utama PT Makassar Metro Network, Ismail Malliungan, mengatakan digitalisasi struk merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan layanan yang lebih praktis sekaligus mengurangi penggunaan material dalam operasional.
“Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin mudah dan praktis bagi pengguna jalan. Setelah diterapkan pada seluruh gardu otomatis sejak tahun lalu, kini struk digital kami perluas ke seluruh gardu di Jalan Tol Makassar,” kata Ismail.
Ia mengatakan pengguna tetap dapat mengakses bukti transaksi kapan pun dan di mana pun melalui kanal digital yang tersedia. Ismail juga mengajak pengguna jalan mengunduh aplikasi NITA agar akses terhadap struk digital menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis.
Selain mengurangi penggunaan kertas, bukti transaksi digital dapat disimpan pada perangkat pengguna dan diakses kembali ketika diperlukan. Fitur tersebut diharapkan memudahkan pengguna dalam menyimpan bukti pembayaran untuk kebutuhan perjalanan maupun administrasi perusahaan.
Kebijakan ini juga sejalan dengan semangat kampanye #TolnyaMakassar yang mendorong hadirnya berbagai inovasi, peningkatan layanan, serta kemudahan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna Jalan Tol Makassar.
Sementara itu, Direktur Utama PT Makassar Airport Network, Anton Sujarwo, mengatakan kesiapan sistem menjadi faktor penting agar perubahan layanan tersebut dapat berjalan optimal.
“Kami ingin memastikan setiap perubahan dalam layanan memberikan manfaat dan kemudahan bagi pengguna. Karena itu, penerapan struk digital dilakukan secara bertahap, dimulai dari GTO dan kemudian diperluas ke gardu hybrid,” ujar Anton.
Menurut Anton, setelah melalui evaluasi selama satu tahun, pengelola Jalan Tol Makassar telah memastikan kesiapan sistem untuk menerapkan struk digital di seluruh gardu transaksi. Dengan demikian, seluruh pengguna diharapkan mendapatkan pengalaman layanan yang lebih konsisten.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pengelola Jalan Tol Makassar telah menyiapkan sistem dan perangkat pendukung serta melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal komunikasi. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial perusahaan, Papan Pesan Dinamis (Variable Message Sign), Papan Informasi Tarif (Toll Fare Information), pembagian flyer, hingga penyampaian informasi secara langsung kepada stakeholder saat melintas dan bertransaksi di gardu hybrid.
Pengguna yang membutuhkan informasi mengenai cara mengakses atau mengunduh struk digital dapat membuka menu struk digital melalui situs www.tolmakassar.com/struk atau aplikasi NITA.
Dengan penerapan tersebut, transaksi di seluruh gardu Jalan Tol Makassar kini menggunakan bukti pembayaran digital. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya membuat layanan transaksi lebih praktis dan efisien, tetapi juga mengurangi penggunaan kertas serta mendukung operasional jalan tol yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*)





