Pelindo dan Kecamatan Wajo Berkolaborasi Wujudkan Pengelolaan Sampah Terpadu di Makassar

Limabelas Indonesia.com Makassar – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terwujudnya Kota Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pelindo menggagas penerapan sistem pemilahan dan pengelolaan sampah terpadu dengan melibatkan pemerintah serta masyarakat di wilayah Kecamatan Wajo.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi yang digelar bersama sejumlah pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut General Manager (GM) Pelindo Makassar, Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Wajo, Tim Ahli Wali Kota Makassar Fadli Arifuddin (PADI Reborn), Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Dr. Marini dan Dr. Mashud, Sekretaris Camat Wajo, Lurah Malimongan Tua, Lurah Butung, Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Wajo, jajaran pejabat Pelindo, serta staf Kecamatan Wajo.

Dalam pertemuan tersebut, Pelindo memaparkan keseriusannya menerapkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari operasional kapal yang mengedepankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga pembangunan fasilitas pemilahan dan tata kelola sampah di wilayah Kecamatan Wajo.

Program ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga membangun budaya baru di tengah masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

General Manager Pelindo Makassar menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu prioritas perusahaan. Karena itu, Pelindo tidak hanya berfokus pada aktivitas kepelabuhanan, tetapi juga ingin memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program-program TJSL yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Pelibatan masyarakat menjadi salah satu kunci utama keberhasilan program tersebut.

Warga akan didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses pemilahan sampah, sehingga pengelolaan limbah rumah tangga dapat berjalan lebih efektif sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.

Plt. Camat Wajo menyambut baik inisiatif Pelindo dan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun bersama Pemerintah Kecamatan Wajo. Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Sementara itu, Tim Ahli Wali Kota Makassar, Fadli Arifuddin, menilai program tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Makassar dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kehadiran sektor swasta melalui program TJSL dinilai mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan kawasan yang lebih bersih dan nyaman.

Masukan dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar juga menjadi bagian penting dalam perencanaan program. Berbagai aspek teknis dan edukasi kepada masyarakat dibahas agar fasilitas pemilahan sampah yang akan dibangun dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pelindo berharap Kecamatan Wajo dapat menjadi salah satu kawasan percontohan pengelolaan sampah terpadu di Kota Makassar. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi pencemaran, serta mendukung terwujudnya Makassar sebagai kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

sementara itu Plt. Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, SH, mengapresiasi komitmen PT Pelindo (Persero) yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan sektor kepelabuhanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap persoalan lingkungan di Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Wajo.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Pelindo atas inisiatif dan komitmennya melalui program TJSL dalam mendukung pengelolaan sampah terpadu di Kecamatan Wajo. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat kami butuhkan, karena persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari dunia usaha, akademisi, komunitas hingga masyarakat,” ujar Ivan Kala’lembang, SH.

Menurut Ivan, pembangunan fasilitas pemilahan dan tata kelola sampah berbasis partisipasi masyarakat merupakan langkah strategis untuk mengubah pola pikir warga agar lebih peduli terhadap lingkungan. Ia optimistis program tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan sampah yang bernilai.

“Harapan kami, Kecamatan Wajo dapat menjadi kawasan percontohan pengelolaan sampah terpadu di Kota Makassar. Jika masyarakat dilibatkan sejak awal dan terus diberikan edukasi, maka budaya menjaga kebersihan akan tumbuh menjadi kebiasaan. Kami siap mendukung penuh implementasi program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” tegas Ivan.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Wajo dan PT Pelindo diharapkan menjadi model kemitraan yang dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga upaya mewujudkan Makassar sebagai kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dapat tercapai secara lebih cepat dan menyeluruh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *