Polimerz Bekali Mahasiswa D-IV Promosi Kesehatan Hadapi PKL dengan Penguatan Kompetensi Profesional

Limabelas Indonesia, Makassar, 1 Agustus 2026 – Program Studi D-IV Promosi Kesehatan Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Angkatan 2023 Tahun Akademik 2026/2027 di Meeting Room Polimerz, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum diterjunkan ke berbagai institusi mitra sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Pembekalan PKL dirancang untuk memperkuat kesiapan akademik, profesional, dan etika mahasiswa dalam menghadapi dinamika pelayanan kesehatan di masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai tata tertib pelaksanaan PKL, penyusunan laporan ilmiah, hingga pengembangan media promosi kesehatan yang inovatif sebagai luaran selama menjalani praktik lapangan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Polimerz. Selanjutnya, Wakil Direktur 2 Politeknik Kesehatan Megarezky, H. Anang Nur Imansyah, S.Sos., M.Kes. memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan pembekalan.

Dalam sambutannya, H. Anang menegaskan bahwa Praktik Kerja Lapangan merupakan fase penting dalam membentuk kompetensi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu promosi kesehatan secara nyata di tengah masyarakat.

“PKL bukan sekadar memenuhi tuntutan kurikulum, melainkan wahana pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, sikap profesional, serta kemampuan berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Mahasiswa harus mampu menjadi komunikator kesehatan yang edukatif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Program Studi D-IV Promosi Kesehatan, Serli, S.KM., M.Kes. menjelaskan bahwa pembekalan merupakan langkah fundamental agar mahasiswa memiliki persepsi yang sama mengenai tujuan, mekanisme, serta capaian pembelajaran yang harus diwujudkan selama PKL.

“Melalui pembekalan ini kami ingin memastikan seluruh mahasiswa memahami standar pelaksanaan PKL, etika profesi, tata cara penyusunan laporan ilmiah, hingga bagaimana menghasilkan media promosi kesehatan yang berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata di lokasi praktik sekaligus mengembangkan kompetensi sebagai calon tenaga promosi kesehatan profesional,” jelasnya.

Materi pembekalan disampaikan secara sistematis oleh para dosen sesuai bidang keahliannya. Eka Mayasari, S.KM., M.Kes. menyampaikan materi mengenai tata tertib pelaksanaan PKL yang menekankan pentingnya kedisiplinan, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap regulasi di institusi tempat praktik. Selanjutnya, Rasdiana R., S.Kep., M.Kes. membawakan materi mengenai panduan penulisan laporan PKL sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah mahasiswa terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama praktik.

Pada sesi akhir, Serli, S.KM., M.Kes. memberikan materi mengenai penyusunan media prototype promosi kesehatan sebagai hasil akhir selama PKL. Mahasiswa didorong untuk menghasilkan media edukasi yang kreatif, inovatif, berbasis bukti (evidence-based), serta sesuai dengan karakteristik sasaran sehingga mampu meningkatkan efektivitas komunikasi kesehatan di masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga memperoleh kesempatan berdiskusi secara interaktif dengan para narasumber mengenai tantangan yang berpotensi dihadapi di lapangan, mulai dari komunikasi dengan masyarakat, koordinasi lintas profesi, hingga strategi penyusunan program promosi kesehatan yang adaptif terhadap kebutuhan lokal.

Pelaksanaan pembekalan ini mencerminkan komitmen Program Studi D-IV Promosi Kesehatan Polimerz dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan praktis, integritas profesional, serta kepedulian terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Melalui PKL, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata sekaligus memperkuat kapasitas sebagai health promoter yang mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Dengan terselenggaranya kegiatan pembekalan ini, Politeknik Kesehatan Megarezky kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan yang berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran berkualitas, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta selaras dengan pengembangan kompetensi lulusan yang adaptif terhadap tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *