Polimerz Jadi Tuan Rumah PIT dan Rakornas AIP-PIPTBDI 2026, Fokus Standarisasi Kompetensi Lulusan

Limabelas Indonesia, Makassar – Upaya memperkuat mutu pendidikan dan standarisasi kompetensi tenaga Teknologi Bank Darah di Indonesia kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Institusi Pendidikan Program Studi Teknologi Bank Darah Indonesia (AIP-PIPTBDI) yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Meeting Room Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz), Makassar.

Mengusung tema “Penyiapan Kurikulum Nasional Program Studi dan Kelulusan Mahasiswa Diploma III Teknologi Bank Darah”, kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan Teknologi Bank Darah dari berbagai wilayah Indonesia untuk menyelaraskan arah pengembangan kurikulum, standar kompetensi lulusan, serta strategi peningkatan kualitas pendidikan di era transformasi layanan kesehatan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 17 institusi pendidikan penyelenggara Program Studi D-III Teknologi Bank Darah yang hadir secara luring dengan total 20 peserta, serta 6 institusi pendidikan lainnya yang mengikuti rangkaian kegiatan secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Ketua Umum AIP-PIPTBDI, Andrias Feri Sumadi, S.T., M.M., M.K.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kurikulum nasional merupakan kebutuhan mendesak guna menjawab dinamika pelayanan transfusi darah yang terus berkembang. Menurutnya, institusi pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, regulasi, dan kebutuhan masyarakat.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan komitmen seluruh institusi pendidikan Teknologi Bank Darah di Indonesia. Kurikulum yang terstandar dan relevan akan menjadi fondasi utama dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan nasional,” ujarnya.

Andrias juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan dalam membangun ekosistem akademik yang berorientasi pada mutu dan keberlanjutan. Melalui PIT dan Rakornas ini, berbagai masukan dari institusi penyelenggara diharapkan dapat menghasilkan rumusan kurikulum yang responsif terhadap tantangan masa depan.

Sementara itu, Wakil Direktur I Politeknik Kesehatan Megarezky, Dr. M. Anas, S.E., S.KM., M.Kes. dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Polimerz sebagai tuan rumah pelaksanaan PIT dan Rakornas AIP-PIPTBDI tahun 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan forum nasional tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kualitas pendidikan vokasi kesehatan yang lebih baik, khususnya pada bidang Teknologi Bank Darah yang memiliki peran strategis dalam mendukung sistem pelayanan transfusi darah di Indonesia.

“Pertemuan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang akademik untuk merumuskan masa depan pendidikan Teknologi Bank Darah. Melalui dialog ilmiah, pertukaran gagasan, dan penyusunan kurikulum yang terintegrasi, kita sedang menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks,” ungkapnya.

Ia juga berharap hasil-hasil yang lahir dari forum tersebut dapat menjadi pijakan dalam penguatan tata kelola pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta harmonisasi standar kompetensi lulusan di seluruh institusi penyelenggara Program Studi D-III Teknologi Bank Darah.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda akademik dan organisasi yang meliputi diskusi penyusunan kurikulum nasional, evaluasi implementasi pembelajaran, pembahasan capaian pembelajaran lulusan, strategi peningkatan angka kelulusan mahasiswa, serta penguatan jejaring kerja sama antar-institusi pendidikan Teknologi Bank Darah.

Pembahasan mengenai kurikulum nasional menjadi fokus utama mengingat pentingnya keseragaman standar pendidikan untuk menjamin kualitas lulusan yang dihasilkan oleh seluruh program studi. Kurikulum yang dirancang diharapkan mampu mengakomodasi perkembangan ilmu teknologi bank darah, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan nasional di bidang pendidikan dan kesehatan.

Selain menjadi wadah koordinasi kelembagaan, PIT dan Rakornas AIP-PIPTBDI juga berfungsi sebagai ruang penguatan budaya akademik melalui pertukaran pengalaman, praktik baik, serta inovasi pembelajaran yang telah diterapkan di berbagai institusi pendidikan.

Penyelenggaraan kegiatan ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan kesehatan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi nasional yang berkelanjutan. Melalui komitmen bersama yang terbangun dalam PIT dan Rakornas AIP-PIPTBDI 2026, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat kualitas pendidikan Teknologi Bank Darah Indonesia serta menghasilkan lulusan yang profesional, kompetitif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional.

Dengan terselenggaranya forum ilmiah dan koordinasi nasional ini, Politeknik Kesehatan Megarezky kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang aktif mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan jejaring akademik, serta peningkatan mutu pendidikan vokasi kesehatan di Indonesia.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *