Limabelas Indonesia, Luwu Utara – Save the Children resmi meluncurkan dua program strategis sekaligus, yakni ELEVATE dan CORE, dalam upaya memperkuat perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, serta ketahanan iklim di Kabupaten Luwu Utara. Peluncuran berlangsung di Ruang Pertemuan Bapperida Luwu Utara, Selasa (19/5).
Program ELEVATE (Economic Livelihood Capabilities and Violence Elimination for Women) merupakan inisiatif yang didukung Uni Eropa untuk mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender (KBG) melalui pemberdayaan ekonomi perempuan. Program ini dilaksanakan di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur dengan menggandeng sejumlah mitra lokal, seperti Forum Pengada Layanan, LBH APIK, LPP Bone, Sulawesi Cipta Forum, dan Wallacea.
Melalui program tersebut, Save the Children menargetkan penguatan perlindungan perempuan sekaligus memutus mata rantai kerentanan gender dengan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat perempuan.
Sementara itu, Program CORE (Cocoa Resilience and Empowerment) difokuskan pada pemenuhan hak anak, penguatan tata kelola perlindungan perempuan, serta pembangunan ketangguhan ekonomi dan ketahanan iklim masyarakat setempat.
Kick-off kedua program ini dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Luwu Utara, Drs. H. Aspar, yang mewakili Bupati Luwu Utara.
Dalam sambutannya, Aspar menekankan pentingnya keterlibatan penuh pemerintah daerah agar berbagai pembelajaran dari program tersebut dapat direplikasi di wilayah lain.
“Kolaborasi adalah kunci utama untuk memastikan anak-anak terlindungi, perempuan berdaya secara sosial-ekonomi, serta komunitas kita tangguh menghadapi krisis iklim,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Ketua TP PKK Luwu Utara, Misnawati Andi Abdullah Rahim. Ia menilai pencegahan kekerasan berbasis gender harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui penguatan kapasitas ekonomi perempuan.
Di sisi lain, Kepala Bapperida Kabupaten Luwu, Muharman, S.IP., M.Si., menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan program ELEVATE dan CORE melalui sinergi yang kuat antar-mitra pembangunan.
Kedua program tersebut dijadwalkan berlangsung mulai tahun 2026 hingga 2029 dengan harapan mampu menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, aman, dan tangguh menghadapi tantangan sosial maupun perubahan iklim. (*)





