Limabelas Indonesia, Makassar – Kebutuhan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja semakin meningkat di tengah persaingan memasuki dunia profesional. Namun, keterbatasan kuota magang dan faktor lokasi masih menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di industri.
Telkomsel menghadirkan Virtual Internship (Virtuship) sebagai salah satu solusi untuk memperluas akses tersebut. Program magang virtual ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mendapatkan pengalaman belajar berbasis proyek dan studi kasus industri tanpa bergantung pada keberadaan fisik di lokasi perusahaan.
Perluasan program tersebut kini menjangkau Universitas Hasanuddin (Unhas), yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Telkomsel dan Universitas Hasanuddin dalam rangkaian THRIVE Goes to Universitas Hasanuddin, Selasa (22/9), di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Makassar.
Bergabungnya Universitas Hasanuddin dalam program Virtuship turut memperluas jangkauan akses magang virtual Telkomsel ke kawasan Indonesia Timur.
Virtuship dihadirkan Telkomsel melalui kolaborasi dengan Kuncie untuk menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap pengalaman profesional yang relevan sekaligus membantu mempersiapkan talenta muda menghadapi dunia kerja.
Melalui program ini, mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran dalam periode yang disesuaikan dengan kebutuhan. Materi pembelajaran dirancang berbasis praktik melalui studi kasus, penugasan, dan proyek yang mengangkat berbagai peran serta tantangan pekerjaan dari sejumlah fungsi di Telkomsel.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai dunia industri, tetapi juga berkesempatan memahami bagaimana sebuah pekerjaan dijalankan melalui penyelesaian proyek dan use case yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Program magang juga dirancang dengan estimasi beban pembelajaran yang dapat dikonversikan menjadi kredit semester sesuai dengan ketentuan masing-masing universitas.
Setelah memenuhi persyaratan kelulusan magang, peserta akan memperoleh sertifikat. Mahasiswa juga berkesempatan masuk ke dalam talent pool untuk membuka peluang pengembangan karier berikutnya.
General Manager Healthcare and Education Account Management Telkomsel, S. Handoyo Hadi, mengatakan Virtuship dikembangkan untuk membuka akses pengalaman industri yang lebih luas bagi mahasiswa.
“Virtuship berangkat dari kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan akses magang yang lebih terbuka, tidak bergantung pada kondisi maupun lokasi fisik mereka. Mahasiswa mendapat pengalaman belajar berbasis proyek dan use case nyata dari industri secara virtual, dengan standar proses yang sama seperti magang konvensional, mulai dari pembelajaran, evaluasi, hingga sertifikasi dari perusahaan mitra,” ujar Handoyo.
Menurutnya, model magang virtual tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan cara baru bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman industri.
“Kami melihat Virtuship sebagai breakthrough dalam menghadirkan cara baru bagi mahasiswa mendapatkan pengalaman industri, dan ingin terus memperluas model ini ke lebih banyak perguruan tinggi,” katanya.
Bekal Menghadapi Dunia Kerja
Bagi perguruan tinggi, program magang menjadi salah satu ruang penting untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia profesional. Melalui Virtuship, mahasiswa Universitas Hasanuddin dapat memperoleh pengalaman berinteraksi dengan lingkungan industri sekaligus memahami perubahan pola kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal dunia industri secara lebih dekat.
“Virtuship memberi kesempatan mahasiswa untuk mengenal dunia industri lebih dekat, sekaligus melihat langsung bagaimana teknologi mengubah cara kerja,” ujar Suhasman.
Ia menilai pengalaman belajar dan interaksi langsung dengan industri dapat membantu mahasiswa membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Lewat pengalaman belajar dan berinteraksi dengan Telkomsel, mahasiswa dapat membangun kompetensi yang relevan dan lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja,” katanya.
Kerja sama Virtuship antara Telkomsel dan Universitas Hasanuddin menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi dalam THRIVE Goes to Universitas Hasanuddin. Program tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara industri dan perguruan tinggi dalam mempersiapkan talenta muda menghadapi perubahan dunia kerja.
Dengan memperluas akses magang melalui model virtual, pengalaman industri tidak lagi semata-mata bergantung pada lokasi fisik perusahaan. Mahasiswa dari berbagai wilayah memiliki ruang untuk memperoleh pengalaman berbasis proyek, membangun portofolio, serta mengenal lebih dekat tuntutan dan dinamika pekerjaan di industri. (*)





